Geng Bersenjata Mengamuk di Haiti, 61 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi dalam Lima Hari
AKURAT.CO Gelombang kekerasan kembali mengguncang Haiti setelah serangan geng bersenjata menewaskan sedikitnya 61 orang, termasuk 14 anak-anak, di wilayah Kenscoff dan Pétion-Ville. Serangan yang berlangsung pada 4–9 Juli 2026 itu juga memaksa hampir 6.000 warga meninggalkan rumah mereka dalam waktu hanya lima hari.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan serangan terbaru menjadi salah satu yang paling mematikan tahun ini, sekaligus memperburuk krisis keamanan dan kemanusiaan yang telah melanda negara Karibia tersebut.
Wali Kota: Banyak Keluarga Kehilangan Orang Tercinta
Wali Kota Kenscoff, Jean Massillon, menggambarkan kondisi di wilayahnya sebagai tragedi kemanusiaan. Menurutnya, kelompok bersenjata tidak hanya membunuh warga sipil, tetapi juga membakar rumah-rumah dan kendaraan serta memaksa ribuan penduduk melarikan diri.
"Harga yang harus dibayar sangat besar. Para bandit telah membunuh banyak orang, membakar banyak mobil dan rumah, serta memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka," kata Massillon.
Ia menambahkan hingga kini masih banyak keluarga yang berduka karena kehilangan anak, pasangan, maupun anggota keluarga lainnya akibat serangan tersebut.
Ribuan Warga Mengungsi
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat hampir 6.000 orang mengungsi dari Kenscoff hanya dalam kurun lima hari. Jumlah itu menjadi gelombang pengungsian terbesar yang terjadi di wilayah tersebut dalam 15 bulan terakhir.
Pemerintah daerah kini tengah mendata kerusakan dan berupaya menyediakan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan rumah.
Massillon menuding serangan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berasal dari Carrefour, sebuah wilayah yang dikuasai koalisi geng Viv Ansanm.
Ia mendesak pemerintah Haiti untuk mengirim tambahan personel keamanan. Menurutnya, aparat hanya datang setelah serangan terjadi, lalu meninggalkan wilayah tersebut sehingga kelompok bersenjata dapat kembali melancarkan aksi mereka.
Kenscoff Jadi Wilayah Strategis
Kenscoff yang berada sekitar 20 kilometer di selatan Port-au-Prince memiliki sekitar 65.000 penduduk dan dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian penting di Haiti.
Wilayah pegunungan itu memasok hasil pertanian dan peternakan yang menjadi sumber pangan utama bagi ibu kota. Namun, serangkaian serangan geng sejak awal 2025 membuat aktivitas pertanian lumpuh dan mengganggu distribusi bahan makanan.
Menurut Kantor Terpadu PBB di Haiti (BINUH), serangan-serangan sebelumnya juga diwarnai aksi brutal. Kelompok bersenjata dilaporkan membunuh pria, perempuan, hingga anak-anak di dalam rumah mereka, bahkan menembaki warga yang berusaha melarikan diri.
Krisis Kemanusiaan Makin Memburuk
Kekerasan yang terus meningkat memperparah krisis kemanusiaan di Haiti. PBB memperkirakan sekitar 6,4 juta orang, atau lebih dari separuh populasi negara itu, kini membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, sekitar 1,5 juta warga Haiti telah mengungsi akibat konflik bersenjata yang terus meluas.
Program Pangan Dunia (WFP) juga melaporkan sekitar 5,8 juta orang mengalami kerawanan pangan atau tidak memiliki akses yang cukup terhadap makanan.
Menurut WFP, kombinasi kekerasan geng, perpindahan penduduk, perubahan iklim, dan tekanan ekonomi global telah merusak rantai pasok pangan di Haiti.
Padahal, negara tersebut pernah dikenal mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri berkat lahan pertanian yang subur.
Pejabat WFP menegaskan bahwa mengatasi kelaparan dan memulihkan keamanan harus dilakukan secara bersamaan. Mereka memperingatkan bahwa kondisi kelaparan yang semakin parah dapat dimanfaatkan kelompok bersenjata untuk merekrut anggota baru, termasuk anak-anak dan warga miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Sumber: Rfi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








