Gencatan Senjata Terus Dilanggar, Israel Serang Tenda Pengungsi Tewaskan 5 Warga Palestina, Dua Anak Jadi Korban

AKURAT.CO Sedikitnya lima warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Senin (24/8/2026). Sementara itu, puluhan lainnya mengalami luka-luka. Serangan terjadi meski kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu masih secara resmi berlaku.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, mengatakan jenazah Amal Nashat Abu Khater (10) dibawa ke rumah sakit setelah pasukan Israel menembaki permukiman warga dan tenda-tenda pengungsi di wilayah tersebut. Dua warga Palestina lainnya juga dirawat akibat luka tembak.
Saksi mata menyebut kendaraan lapis baja Israel turut melepaskan tembakan ke kawasan Satr di Khan Younis, menyebabkan sedikitnya tiga orang terluka.
Di Gaza tengah, dua bersaudara, Mohammed Abdul Nasser Abu Asad (27) dan Ibrahim Abdel Nasser Abu Asad (24), meninggal dunia setelah sebuah drone Israel menghantam tenda pengungsi di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah. Serangan itu juga melukai beberapa warga lainnya.
Sementara di Kamp Pengungsi Bureij, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah dan menewaskan seorang anak. Ibu dan saudara perempuannya mengalami luka-luka, menurut keterangan Badan Pertahanan Sipil Gaza.
Di bagian barat Khan Younis, satu warga Palestina kembali tewas dan lima lainnya terluka ketika drone Israel menyerang kerumunan warga sipil.
Masjid, Tempat Ibadah, dan Fasilitas Air Ikut Dihantam
Selain korban jiwa, serangan Israel juga menyebabkan kerusakan luas terhadap infrastruktur sipil.
Militer Israel dilaporkan mengebom sebuah rumah di Deir al-Balah setelah mengeluarkan peringatan evakuasi, mengakibatkan tiga orang terluka. Pesawat tempur Israel juga menghancurkan ruang salat yang terhubung dengan Masjid Abu Salim, menimbulkan kerusakan parah pada bangunan tersebut.
Di Kamp Pengungsi Shati, Kota Gaza, serangan udara menghancurkan Mushala Asqalan setelah blok permukiman di sekitarnya diperintahkan untuk dievakuasi.
Sebuah fasilitas desalinasi air di kawasan Sheikh Radwan, Gaza utara, juga dihantam hingga hancur. Ledakan merusak rumah-rumah warga dan tenda pengungsi yang berada di sekitar lokasi.
Tiga Korban Lain Meninggal Akibat Luka Serangan Sebelumnya
Sumber medis juga melaporkan tiga warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka yang diderita dalam serangan Israel beberapa hari sebelumnya.
Dua korban mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Nasser setelah terluka dalam serangan di Khan Younis pada Minggu dan Rabu lalu. Seorang pria lainnya meninggal akibat luka serius yang dideritanya saat sebuah kafe di Kota Gaza diserang pekan lalu. Serangan terhadap kafe tersebut sebelumnya menewaskan delapan orang dan melukai 14 lainnya.
Saksi mata melaporkan tembakan artileri dan senjata berat Israel masih terus diarahkan ke kawasan tenda pengungsi di Khan Younis serta wilayah Abu Rashid di selatan Kamp Pengungsi Al-Maghazi.
Gaza Tuduh Israel Lakukan Ribuan Pelanggaran Gencatan Senjata
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan Israel telah melakukan 4.379 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata sejak kesepakatan mulai berlaku pada Oktober 2025.
Dalam pernyataannya, otoritas Gaza juga menyoroti krisis kemanusiaan yang terus memburuk. Hingga Senin, hanya 66.607 truk bantuan yang berhasil memasuki Jalur Gaza, jauh di bawah target 189.000 truk yang seharusnya masuk berdasarkan kesepakatan.
Selain itu, Israel disebut baru mengizinkan 11.759 orang keluar dari Gaza melalui penyeberangan Rafah, padahal hampir 29.800 warga dijadwalkan dapat meninggalkan wilayah tersebut setelah perbatasan kembali dibuka.
Pemerintah Gaza mendesak Mesir, Qatar, dan Turki, sebagai mediator sekaligus penjamin perjanjian gencatan senjata, untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran dan menjalankan seluruh ketentuan kesepakatan.
Korban Perang Gaza Tembus 73 Ribu Jiwa
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan rumah sakit menerima dua jenazah dan 32 korban luka dalam 24 jam terakhir.
Sejak gencatan senjata diberlakukan, sebanyak 1.288 orang dilaporkan tewas dan 4.290 lainnya terluka. Tim penyelamat juga telah mengevakuasi 813 jenazah dari reruntuhan bangunan yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.
Secara keseluruhan, perang di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan 73.422 warga Palestina meninggal dunia dan 174.401 orang terluka, menurut data otoritas kesehatan Gaza. Banyak korban masih diyakini tertimbun di bawah puing-puing bangunan, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil Gaza dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver





