Akurat Logo

Hamas Kecam Kebijakan Israel di Al-Aqsa: Ibadah Yahudi Dinilai Ancam Status Situs Suci

Fitra Iskandar | 22 Agustus 2026, 10:01 WIB
Hamas Kecam Kebijakan Israel di Al-Aqsa: Ibadah Yahudi Dinilai Ancam Status Situs Suci

AKURAT.CO Hamas mengecam kebijakan terbaru Israel yang mengizinkan buku doa Yahudi dan pelaksanaan doa bersama di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Hamas menilai kebijakan tersebut sebagai langkah eskalatif yang mengancam karakter dan identitas Islam situs suci tersebut.

Pernyataan Hamas disampaikan pada Jumat, bertepatan dengan peringatan 57 tahun kebakaran Masjid Al-Aqsa pada 1969. Kelompok Palestina itu menegaskan bahwa perubahan aturan di kompleks Al-Aqsa tidak akan mengubah status dan karakter Islamiknya.

Hamas menyebut keputusan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir sebagai “langkah eskalatif” terhadap kesucian Al-Aqsa.

Kelompok tersebut menegaskan bahwa rencana Israel tidak akan berhasil mengubah karakter Al-Aqsa, menghapus identitasnya, maupun menjadikan ritual keagamaan Yahudi sebagai praktik yang sah di dalam kompleks masjid.

Hamas juga menyerukan kepada warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan wilayah Israel untuk meningkatkan kehadiran mereka di Al-Aqsa serta menentang upaya yang dinilai bertujuan menciptakan realitas baru di kawasan tersebut.

Selain itu, Hamas meminta negara-negara Arab dan Muslim menjalankan tanggung jawab mereka terhadap Yerusalem dan situs-situs suci di kota tersebut.

Israel Longgarkan Pembatasan bagi Jamaah Yahudi

Kecaman Hamas muncul setelah otoritas Israel mulai melonggarkan sejumlah pembatasan lama terhadap aktivitas keagamaan Yahudi di kompleks Al-Aqsa.

Pekan lalu, polisi Israel dilaporkan mengizinkan warga Yahudi membawa buku doa ke kompleks tersebut. Kebijakan itu menyusul izin sebelumnya pada Januari yang memungkinkan masuknya lembaran doa tercetak.

Ben-Gvir kemudian mengonfirmasi kebijakan tersebut. Sementara itu, pejabat kepolisian Israel mengatakan pengelolaan kawasan sensitif tersebut dilakukan berdasarkan arahan tingkat politik serta penilaian situasi di lapangan.

Pada akhir Juli, ratusan warga Yahudi religius juga dilaporkan melakukan doa bersama di dalam kompleks Al-Aqsa ketika Ben-Gvir berada di lokasi.

Perkembangan tersebut dinilai semakin mengikis pembatasan lama yang selama bertahun-tahun melarang warga Yahudi melakukan ritual doa atau membawa benda-benda keagamaan ke dalam kompleks tersebut.

Hamas Kaitkan Situasi Al-Aqsa dengan Kebakaran 1969

Hamas juga menyinggung kembali peristiwa kebakaran Al-Aqsa pada 21 Agustus 1969. Menurut kelompok tersebut, insiden itu merupakan salah satu titik penting dalam sejarah konflik terkait Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.