Drama Evakuasi Korban Gempa Kolombia: Tim Penyelamat Meksiko Ditolak

AKURAT.CO Upaya pencarian korban gempa bumi dahsyat di Kolombia menghadapi persoalan baru setelah pemerintah negara tersebut menolak kedatangan brigade penyelamat dari Meksiko.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan, pemerintah Kolombia belum memberikan persetujuan kepada Rescue Brigade dari Sekretariat Pertahanan Nasional Meksiko untuk ikut membantu operasi pencarian korban gempa berkekuatan magnitudo 7,4.
Sheinbaum awalnya mengatakan tim penyelamat Meksiko telah berangkat menuju Kolombia. Namun, pemerintah Kolombia kemudian meminta sertifikasi tambahan sebagai syarat kedatangan tim tersebut.
“Tim penyelamat dari Brigade Angkatan Darat telah pergi ke Kolombia. Namun, mereka meminta sertifikasi dari Kolombia. Mereka sebenarnya telah memiliki sertifikasi, tetapi sekarang mereka meminta sertifikasi lain,” kata Sheinbaum dalam konferensi pers di Istana Nasional, Kamis.
Menurut Sheinbaum, brigade penyelamat Meksiko tersebut memiliki pengalaman menangani bencana di lebih dari 98 negara.
Ia menegaskan tim tersebut tetap siap diberangkatkan kapan saja apabila pemerintah Kolombia memberikan persetujuan.
Bantuan Meksiko Tetap Tiba di Kolombia
Meski brigade penyelamat Meksiko belum mendapat izin untuk terlibat langsung dalam pencarian korban, bantuan kemanusiaan dari Meksiko tetap dikirim ke Kolombia.
Pemerintah Kolombia mengumumkan pengiriman bantuan tahap pertama dari Meksiko telah tiba di Pereira pada Kamis menggunakan pesawat Angkatan Udara Meksiko.
Pengiriman pertama tersebut membawa lebih dari 19,5 ton bantuan kemanusiaan.
Jumlah itu merupakan bagian dari total lebih dari 58 ton bantuan yang telah dijanjikan pemerintah Meksiko untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Bantuan tersebut dikirim ketika sejumlah wilayah Kolombia masih menghadapi kerusakan parah dan kebutuhan mendesak setelah gempa.
Korban Tewas Gempa Kolombia Capai 273 Orang
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa terus bertambah.
David Tamayo, Direktur National Unit for Disaster Risk Management (UNGRD), mengatakan korban tewas telah mencapai 273 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








