Intelijen Jerman Gagalkan Dugaan Rencana Pembunuhan Bos Perusahaan Drone Ukraina, Rusia Diduga Terlibat

AKURAT.CO Layanan intelijen Jerman dilaporkan berhasil menggagalkan dugaan rencana pembunuhan terhadap Stefan Thumann, pimpinan perusahaan pertahanan Donaustahl, produsen drone pengintai dan tempur yang memasok kebutuhan militer Ukraina.
Menurut laporan surat kabar Jerman Die Zeit, aparat keamanan menduga badan intelijen Rusia berada di balik rencana tersebut. Kasus ini menambah daftar dugaan operasi rahasia yang melibatkan Rusia terhadap tokoh industri pertahanan Eropa yang mendukung Ukraina.
Dokumen pengadilan mengungkap bahwa pada Desember 2025, seorang pria bernama Sergey N. tiba di wilayah Straßkirchen, Bavaria. Pria tersebut diduga mengambil foto rumah Thumann serta mengumpulkan informasi mengenai aktivitas dan latar belakang eksekutif perusahaan pertahanan tersebut.
Aktivitas itu kemudian menarik perhatian aparat keamanan Jerman yang menilai tindakan tersebut sebagai bagian dari dugaan persiapan operasi pembunuhan.
Setelah menemukan indikasi ancaman, aparat penegak hukum dan pejabat pemerintah Jerman menggelar sejumlah pertemuan tertutup untuk membahas potensi serangan terhadap Thumann.
Diduga Ada Target Lain dari Industri Pertahanan Jerman
Penyelidik meyakini Thumann kemungkinan bukan satu-satunya target operasi tersebut.
Menurut laporan Die Zeit, intelijen Rusia juga diduga menunjukkan ketertarikan terhadap setidaknya satu eksekutif lain dari perusahaan pertahanan Jerman. Namun, identitas individu tersebut belum diungkap karena informasi kasus masih diklasifikasikan.
Kasus ini disebut bukan kejadian pertama ketika agen Rusia diduga melakukan pengawasan terhadap pimpinan industri pertahanan Jerman.
Pada 2024, aparat Jerman mengungkap bahwa agen intelijen Rusia diduga membuntuti Armin Papperger, CEO perusahaan pertahanan besar Jerman Rheinmetall.
Pejabat keamanan Jerman menyatakan operasi semacam itu tidak mungkin dilakukan tanpa persetujuan atau dukungan dari tingkat tinggi pemerintah Rusia.
Perusahaan Donaustahl Pasok Drone untuk Ukraina
Donaustahl diketahui telah memasok drone kepada angkatan bersenjata Ukraina sejak 2023. Stefan Thumann juga dikenal sebagai pendukung kuat Kyiv dan secara terbuka mengkritik agresi Rusia terhadap Ukraina.
Ancaman terhadap Thumann pertama kali terdeteksi oleh layanan intelijen asing yang kemudian memberi informasi kepada pihak berwenang Jerman.
Aparat Jerman segera menangkap Sergey N., yang diduga menjalankan aktivitas pengintaian terhadap Thumann. Ia sempat ditahan dalam waktu singkat, tetapi kemudian dibebaskan.
Hasil penyelidikan berikutnya menemukan dugaan keterkaitannya dengan badan intelijen Rusia. Namun, pada saat itu Sergey N. telah meninggalkan Jerman menuju Spanyol bersama keluarganya.
Pada musim semi 2026, otoritas Spanyol menangkap Sergey N. Sementara di Jerman, seorang warga negara Rumania bernama Alla S. juga ditangkap karena diduga terlibat dalam aktivitas pengawasan terhadap Thumann.
Keduanya kini menghadapi tuduhan terkait operasi untuk kepentingan badan intelijen asing.
Keamanan Bos Perusahaan Diperketat
Setelah dugaan rencana pembunuhan tersebut terungkap, pengamanan pribadi terhadap Stefan Thumann ditingkatkan secara signifikan.
Dalam perkembangan terkait, aparat keamanan juga menemukan dugaan jaringan operasi lain saat sebuah truk dihentikan di perbatasan Serbia-Hungaria.
Saat pemeriksaan, petugas menemukan tempat penyimpanan bahan peledak yang disembunyikan di dalam kendaraan tersebut. Polisi juga menemukan informasi kontak yang diduga terkait intelijen Rusia dari telepon genggam para tersangka.
Truk tersebut diketahui memiliki tujuan akhir menuju Bavaria, wilayah tempat Thumann tinggal sekaligus lokasi sejumlah perusahaan pertahanan besar Jerman.
Kasus ini kembali meningkatkan kekhawatiran di Eropa mengenai aktivitas operasi rahasia Rusia, terutama terhadap sektor pertahanan dan perusahaan yang mendukung Ukraina sejak invasi Moskow pada 2022.
Sumber: UAWire
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan







