Intelijen Ukraina: Rusia Kerahkan Unit Rudal Korea Utara, Bawa Hingga 120 Rudal Balistik untuk Perang
AKURAT.CO Rusia dilaporkan mulai mengerahkan satu unit rudal milik Korea Utara yang dilengkapi hingga 120 rudal balistik dan enam peluncur untuk mendukung operasi militernya dalam perang melawan Ukraina. Informasi tersebut diungkap seorang pejabat intelijen Ukraina kepada Reuters pada Rabu (6/8/2026).
Menurut Kepala Perwakilan Direktorat Intelijen Utama Ukraina (HUR), Andrii Cherniak, pengerahan itu menandai semakin eratnya kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang sejak perang Ukraina berlangsung.
Cherniak mengatakan sekitar 90 personel militer Korea Utara diperkirakan akan ditempatkan di Wilayah Voronezh, Rusia barat, untuk mendukung pengoperasian unit rudal tersebut.
Selain itu, Korea Utara disebut telah mengirimkan 40 rudal balistik KN-23 dan KN-24 tambahan kepada militer Rusia. Rincian akhir mengenai pengerahan pasukan dan sistem persenjataan itu disebut akan dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara bulan depan.
Serangan Besar Rusia ke Kyiv
Laporan intelijen tersebut muncul setelah Rusia melancarkan salah satu serangan terbesar terhadap Kyiv dan wilayah sekitarnya pada 4 Agustus lalu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia menembakkan 24 rudal balistik, empat rudal jelajah, dan 115 drone dalam satu malam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 17 orang.
Zelenskyy menilai lebih banyak nyawa dapat diselamatkan apabila negara-negara Barat segera mengisi kembali stok rudal pencegat sistem pertahanan udara Ukraina yang terus menipis.
Sebelumnya, Zelenskyy juga telah memperingatkan bahwa sejak Juni lalu Rusia tengah mempersiapkan kedatangan personel militer tambahan dari Korea Utara ke wilayah Voronezh.
Rudal Korea Utara Disebut Kembali Digunakan
Cherniak mengungkapkan serangan Rusia pada akhir Juli menjadi penggunaan pertama rudal balistik Korea Utara terhadap sasaran di Ukraina sejak Agustus 2025.
Berdasarkan perkiraan HUR, sejak akhir 2023 Rusia telah menerima sekitar 150 rudal balistik KN-23 dan KN-24 dari Korea Utara.
Para analis militer menilai Rusia kini semakin bergantung pada rudal balistik karena jenis senjata tersebut jauh lebih sulit dicegat dan membutuhkan sistem pertahanan udara canggih seperti Patriot buatan Amerika Serikat.
Lembaga kajian berbasis di Washington, Institute for the Study of War (ISW), menilai Rusia secara sengaja meningkatkan penggunaan rudal balistik dalam paket serangan jarak jauhnya untuk membebani sistem pertahanan udara Ukraina yang memiliki persediaan rudal pencegat terbatas.
Korea Utara Diduga Manfaatkan Perang Ukraina
ISW juga menilai Korea Utara memperoleh keuntungan strategis dari kerja sama tersebut. Melalui perang di Ukraina, Pyongyang disebut memperoleh data operasional penting yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa rudal balistiknya berdasarkan pengalaman tempur Rusia.
Selain rudal, Reuters melaporkan Korea Utara telah memasok jutaan amunisi artileri kepada Rusia dan sebelumnya mengirim sekitar 14.000 personel militer ke wilayah Kursk untuk membantu menghadapi serangan lintas perbatasan Ukraina pada 2024.
Menurut Cherniak, sekitar 9.500 tentara Korea Utara masih berada di Kursk hingga saat ini, meski belum terlibat dalam pertempuran aktif.
Sementara itu, laporan Foundation for Defense of Democracies (FDD) menyebut sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Korea Utara telah memasok berbagai persenjataan kepada Moskow, mulai dari amunisi artileri, sistem peluncur roket, hingga rudal balistik.
FDD bahkan menyebut hubungan Rusia dan Korea Utara kini menjadi salah satu aliansi militer paling signifikan, sekaligus satu-satunya kemitraan di mana satu negara mengirim pasukan tempur untuk membantu sekutunya secara langsung dalam perang.
Sumber: Skynews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan







