Jaringan Nasional Kolaps, Listrik Kuba Kembali Lumpuh
AKURAT.CO Krisis energi di Kuba semakin memburuk setelah jaringan listrik nasional kembali mengalami kolaps pada Senin (4/8/2026) waktu setempat. Gangguan ini terjadi ketika pemerintah masih berupaya memulihkan sistem kelistrikan yang padam di seluruh negeri sejak Minggu malam.
Media pemerintah Kuba melaporkan bahwa pemadaman terbaru terjadi hanya beberapa jam setelah proses pemulihan menunjukkan kemajuan. Akibatnya, jutaan warga kembali kehilangan akses listrik.
Direktur Pemberitaan Televisi Nasional Kuba, Lazaro Manuel Alonso, mengatakan sistem kelistrikan kembali gagal akibat gangguan pada jaringan saat proses pemulihan berlangsung.
"Meski telah terjadi kemajuan sepanjang hari, sebuah osilasi memicu kolapsnya kembali sistem listrik nasional," ujar Alonso melalui unggahan di media sosial.
Blackout Berulang, Empat Kali dalam Hitungan Pekan
Kuba yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa kini menghadapi krisis listrik yang semakin serius. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, negara tersebut telah mengalami empat kali pemadaman listrik berskala nasional.
Tiga blackout terjadi hanya dalam sembilan hari sepanjang Juli, disusul pemadaman besar lainnya pada Minggu malam, sesaat sebelum pukul 23.00 waktu setempat. Saat pemerintah berusaha mengaktifkan kembali jaringan listrik, sistem kembali runtuh pada Senin.
Frekuensi pemadaman yang terus meningkat memperburuk aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh pulau.
Krisis Energi Dipicu Kekurangan BBM dan Infrastruktur Tua
Pemerintah Kuba menyebut sistem pembangkit listrik yang telah berusia tua kini berada di bawah tekanan berat akibat kekurangan bahan bakar, kerusakan infrastruktur, serta terbatasnya pasokan energi.
Situasi semakin memburuk setelah Venezuela, yang selama bertahun-tahun menjadi pemasok utama bahan bakar Kuba, tidak lagi dapat memasok minyak dalam jumlah sebelumnya.
Laporan tersebut mengaitkan kondisi itu dengan kebijakan Amerika Serikat yang memperketat tekanan terhadap sektor energi Kuba, sehingga pasokan minyak dari Venezuela terhambat. Selain itu, Meksiko juga disebut menghentikan pengiriman minyak ke Kuba di tengah meningkatnya tekanan dari Washington.
Kuba dan AS Saling Lempar Tuding
Pemerintah Kuba menilai krisis listrik yang berkepanjangan merupakan dampak dari embargo perdagangan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Menurut Havana, sanksi tersebut menghambat peremajaan infrastruktur energi dan memperparah kekurangan bahan bakar.
Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat berpendapat bahwa pemadaman listrik yang berulang merupakan akibat dari buruknya pengelolaan ekonomi oleh pemerintah Kuba, bukan semata-mata karena embargo.
Hingga kini, pemerintah Kuba masih berupaya menstabilkan jaringan listrik nasional agar pasokan energi dapat kembali normal di seluruh wilayah negara tersebut.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








