Remaja Palestina Terluka Ditembak Tentara Israel dalam Operasi Militer di Tepi Barat

AKURAT.CO Seorang remaja Palestina berusia 15 tahun terluka setelah terkena tembakan tentara Israel dalam operasi militer di wilayah selatan Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, pada Jumat malam waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi ketika pasukan Israel melakukan penggerebekan dan pengerahan militer di sejumlah wilayah Tepi Barat bagian selatan. Operasi itu kembali meningkatkan ketegangan di kawasan yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan serangan dan penangkapan.
Sumber lokal seperti dikutip Anadolu Agency menyebutkan, pasukan Israel memasuki kawasan Beit Fajjar dan bergerak menuju wilayah Al-Muthallath. Dalam operasi tersebut, tentara Israel dilaporkan melepaskan tembakan menggunakan peluru tajam yang mengenai kaki seorang remaja Palestina.
Korban kemudian mendapat penanganan medis akibat luka tembak yang dialaminya.
Serangkaian Razia Israel di Bethlehem dan Hebron
Selain di Beit Fajjar, pasukan Israel juga melakukan operasi di sejumlah wilayah lain di sekitar Bethlehem.
Di Kota Al-Khader, pasukan Israel dikerahkan ke kawasan Al-Bawaba dan sepanjang Jalan Jerusalem-Hebron. Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai penangkapan maupun penggeledahan rumah dalam operasi tersebut.
Sementara itu, di wilayah Hebron, tentara Israel memasuki Desa Al-Majd di sebelah barat Dura. Dalam operasi tersebut, pasukan Israel dilaporkan menggunakan gas air mata dan granat kejut saat melakukan penyisiran.
Pasukan Israel juga menggelar operasi di Kota Deir Samet, sebelah barat Dura, dengan menempatkan personel militer di berbagai titik wilayah tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban luka maupun penangkapan dalam operasi itu.
Ketegangan Tepi Barat Terus Meningkat
Wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel mengalami peningkatan operasi militer sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Dalam berbagai operasi, pasukan Israel kerap melakukan penggerebekan terhadap kota, desa, dan kamp pengungsi Palestina. Operasi tersebut sering disertai penangkapan, korban jiwa, hingga penghancuran atau pengosongan rumah warga.
Berdasarkan data otoritas Palestina, sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023, lebih dari 1.182 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas akibat serangan tentara Israel dan pemukim Israel. Selain itu, sekitar 13.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan hampir 24.000 warga Palestina ditangkap.
Situasi keamanan di Tepi Barat kini menjadi salah satu titik konflik utama selain Jalur Gaza, dengan kekhawatiran meningkatnya kekerasan yang dapat memperluas konflik Israel-Palestina.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia








