Gantikan Keir Starmer, Andy Burnham Dipastikan Menjadi PM Inggris pada Hari Senin
AKURAT.CO Politikus senior Partai Buruh (Labour Party), Andy Burnham, dipastikan akan menjadi Perdana Menteri Inggris yang baru pada Senin (20/7.2026), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri dari jabatan pemimpin partai bulan lalu.
Burnham resmi diumumkan sebagai pemimpin baru Partai Buruh dalam konferensi khusus partai yang digelar pada Jumat (17/7/2026), setelah menjadi satu-satunya kandidat yang berhasil memperoleh dukungan yang cukup dari anggota parlemen Partai Buruh.
Didukung Mayoritas Anggota Parlemen
Dalam pemilihan internal, Burnham memperoleh dukungan 349 dari 401 anggota parlemen Partai Buruh, memastikan kemenangannya tanpa menghadapi pesaing.
Sesuai sistem parlementer Inggris, pemimpin partai yang menguasai mayoritas kursi di parlemen otomatis menjabat sebagai perdana menteri. Meski telah ditetapkan sebagai pemimpin partai, Burnham baru akan resmi memangku jabatan pada Senin setelah bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham untuk menjalani proses konstitusional pembentukan pemerintahan.
Hingga proses tersebut selesai, Keir Starmer masih menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara.
Tak Perlu Pemilu Baru
Pergantian kepemimpinan ini tidak memerlukan pemilihan umum karena Inggris menganut sistem parlementer yang memungkinkan partai pemerintah mengganti pemimpinnya di tengah masa jabatan.
Dengan Partai Buruh masih menguasai mayoritas di parlemen hasil pemilu 2024, pemerintahan tetap berlanjut di bawah kepemimpinan Burnham tanpa harus menggelar pemilu nasional. Pemilihan umum berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 2029.
Starmer Mundur Setelah Diterpa Krisis Politik
Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh pada 22 Juni, setelah kurang dari dua tahun menjabat sebagai perdana menteri.
Masa kepemimpinannya diwarnai berbagai tekanan politik, termasuk kontroversi terkait penunjukan seorang diplomat yang disebut memiliki hubungan dekat dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat.
Tekanan terhadap Starmer semakin menguat setelah Partai Buruh mengalami kemunduran dalam pemilihan lokal yang digelar pada Mei. Kondisi tersebut memicu desakan dari internal partai agar ia mengundurkan diri.
Setelah Andy Burnham memenangkan pemilihan sela untuk kembali menjadi anggota parlemen, dukungan terhadapnya terus menguat. Berdasarkan aturan Partai Buruh, seorang anggota parlemen dapat menantang posisi pemimpin partai apabila memperoleh dukungan sedikitnya seperlima anggota parlemen dari partai tersebut.
Burnham berhasil melampaui ambang batas itu dengan mudah, sementara tidak ada kandidat lain yang maju dalam pemilihan kepemimpinan.
Dengan kemenangan tersebut, Burnham kini bersiap memimpin pemerintahan Inggris di tengah berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi, tingginya biaya hidup, hingga dinamika geopolitik global.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






