Trump Ultimatum Iran: Capai Kesepakatan atau AS Akan Selesaikan Semuanya

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran. Trump menegaskan Washington hanya memiliki dua pilihan dalam menghadapi Teheran, yakni mencapai kesepakatan baru atau melanjutkan aksi militer untuk "menyelesaikan semuanya".
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Oval Office pada Senin (7/7/2026), di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pasca-konflik bersenjata selama 12 hari serta suasana berkabung nasional setelah pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
"Kita akan membuat kesepakatan, atau kita akan menyelesaikan pekerjaan itu. Dan itu tidak akan sulit. Saya lebih memilih membuat kesepakatan karena saya tidak ingin 91 juta rakyat Iran terkena dampaknya," kata Trump.
Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Iran
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim militer AS memiliki kemampuan untuk melumpuhkan infrastruktur vital Iran dalam waktu singkat apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Menurutnya, Amerika Serikat mampu menghancurkan jembatan-jembatan strategis hingga memutus pasokan energi Iran hanya dalam hitungan jam.
"Kami bisa menghancurkan jembatan mereka dalam satu jam. Kami bisa mematikan pasokan energi mereka. Mereka sekarang tidak punya uang, dan kami tidak memberikan mereka uang sedikit pun," ujar Trump.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras Washington terhadap Teheran, meski Trump kembali menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utamanya.
Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas
Ucapan Trump muncul ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik sensitif setelah konflik militer yang berlangsung pada Juni lalu.
Meski Iran terus menunjukkan sikap menantang dan menegaskan akan melanjutkan program strategisnya, Washington tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan baru terkait isu nuklir dan keamanan kawasan.
Namun, ancaman terbaru dari Trump diperkirakan akan semakin meningkatkan tekanan diplomatik sekaligus memicu kekhawatiran terhadap kemungkinan eskalasi konflik baru di Timur Tengah.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








