Kenapa Pantai Terindah di Italia Melarang Penggunaan Payung bagi Pengunjung Berusia 10 hingga 65 tahun?

AKURAT.CO Sebuah pantai wisata terkenal di Pulau Sardinia, Italia, memberlakukan aturan ketat bagi para pengunjung setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran hebat tahun lalu. Salah satu kebijakan yang paling menyita perhatian adalah larangan penggunaan payung pantai bagi sebagian besar wisatawan.
Pemerintah setempat menetapkan bahwa hanya keluarga yang membawa anak berusia di bawah 10 tahun serta pengunjung berusia di atas 65 tahun yang diperbolehkan menggunakan payung atau parasol di Pantai Punta Molentis.
Pantai yang terletak di pesisir tenggara Sardinia itu menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan karena pemandangan lautnya yang indah dan pasir putihnya. Namun, kebakaran besar yang terjadi pada Juli 2025 menghanguskan sebagian area pantai, bukit pasir, serta lahan parkir di sekitarnya.
Untuk melindungi ekosistem yang masih dalam proses pemulihan, otoritas setempat membatasi jumlah pengunjung maksimal 150 orang pada satu waktu.
"Penting untuk membatasi dampak aktivitas manusia dan memastikan warisan alam ini tetap terjaga bagi generasi mendatang," demikian pernyataan Pemerintah Kota Villasimius.
Pengunjung Dikenakan Tiket Masuk
Selain pembatasan jumlah wisatawan, Wali Kota Villasimius, Gianluca Dessi, juga menerbitkan aturan baru yang mewajibkan pengunjung membayar biaya masuk.
Wisatawan yang datang melalui jalur darat dikenakan tarif 10 euro per orang, sedangkan pengunjung yang tiba menggunakan perahu dikenakan biaya 5 euro.
Akses kendaraan ke Pantai Punta Molentis juga dibatasi hanya 70 mobil per hari hingga 31 Oktober mendatang. Seluruh pengunjung diwajibkan melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan pantai.
Menurut pemerintah setempat, langkah tersebut diperlukan karena Punta Molentis merupakan salah satu kawasan alam paling berharga sekaligus paling rentan di wilayah Villasimius.
Kebakaran Hebat Jadi Alasan Pembatasan
Pada akhir Juli 2025, kebakaran hutan yang melanda kawasan pesisir memaksa wisatawan meninggalkan Pantai Punta Molentis menggunakan perahu. Api dilaporkan menjalar hingga mendekati bibir pantai, sementara asap hitam tebal membumbung ke arah Laut Tyrrhenia.
Puluhan kendaraan yang terparkir di area pantai juga dilaporkan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut.
Meski bertujuan melindungi lingkungan, aturan baru itu menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Seorang warga Sardinia yang mengomentari kebijakan tersebut di media sosial Pemerintah Villasimius mempertanyakan efektivitas aturan larangan payung pantai. Ia bahkan menyindir bahwa wisatawan mungkin harus "menyewa anak kecil atau lansia" agar bisa menikmati pantai dengan payung.
Menurutnya, jika tujuan utama adalah memulihkan kondisi alam pascakebakaran, solusi yang lebih tepat adalah menutup kawasan tersebut selama beberapa tahun.
Salah Satu Pantai Terindah di Sardinia
Situs pariwisata resmi Sardinia menyebut Punta Molentis sebagai salah satu "permata" kawasan Villasimius. Pantai ini berada di ujung tanjung yang menjorok ke laut di bagian selatan pulau dan dikenal karena air lautnya yang jernih serta panorama alam yang masih alami.
Pemerintah setempat berharap pembatasan yang diterapkan selama musim panas tahun ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan pelestarian lingkungan.
Sumber: BBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa



