Pakar Jelaskan Bagaimana 5 Penyelam Italia Tewas setelah Terjebak di Gua Bawah Laut Maladewa

AKURAT.CO Lima penyelam asal Italia ditemukan tewas setelah terjebak di dalam gua bawah laut di kawasan Vaavu Atoll, Maladewa. Investigasi awal mengungkap mereka diduga salah mengambil jalur di dalam labirin gua bawah air hingga akhirnya kehabisan oksigen di kedalaman hampir 50 meter.
Kelima korban diketahui merupakan penyelam berpengalaman yang tengah menjalani ekspedisi cave diving atau penyelaman gua laut dalam. Namun, medan ekstrem di bawah laut diduga menjadi penyebab utama tragedi tersebut.
Diduga Salah Masuk Lorong Gua
Tim penyelamat menemukan jasad para korban di ruang ketiga sistem gua bawah laut yang disebut tidak memiliki jalur keluar.
Menurut penyelidikan, sistem gua tersebut terdiri dari tiga ruang yang saling terhubung lorong sempit bawah air. Jalur menuju ruang kedua berada di kedalaman tinggi dan sebagian tertutup endapan pasir yang membuat visibilitas menjadi sangat rendah.
Baca Juga: Tragedi Menyelam di Maladewa: 5 Turis Italia Tewas Saat Eksplorasi Gua Bawah Laut
Di atas lorong tersembunyi itu terdapat ruang ketiga yang ternyata merupakan jalur buntu. Diduga para penyelam keliru masuk ke area tersebut dan tidak mampu menemukan jalan kembali.
CEO DAN Europe, Laura Marroni, mengatakan para penyelam kemungkinan mengalami disorientasi saat mencoba keluar dari gua.
“Tidak ada jalan keluar. Mereka kemungkinan sadar terlalu terlambat bahwa jalur yang dipilih salah,” ujarnya.
Panik dan Kehabisan Oksigen
Para ahli menyebut kelompok tersebut menggunakan tabung oksigen standar 12 liter yang kurang ideal untuk penyelaman teknis di kedalaman lebih dari 50 meter.
Dalam kondisi normal, penyelam di kedalaman ekstrem menghabiskan udara jauh lebih cepat dibanding penyelaman biasa. Situasi panik diduga memperburuk keadaan karena membuat pernapasan menjadi tidak terkendali.
Tim investigasi memperkirakan para korban hanya memiliki waktu sekitar 10 menit setelah menyadari mereka terjebak di ruang tanpa akses keluar.
Empat korban ditemukan di dekat ruang terakhir, sementara instruktur selam Gianluca Benedetti ditemukan lebih dekat ke lorong utama. Ia diduga sempat berusaha memandu kelompoknya kembali ke jalur aman sebelum akhirnya ikut meninggal.
Misi Evakuasi Ikut Memakan Korban
Pemerintah Maladewa kini menyelidiki insiden tersebut dan menangguhkan izin kapal ekspedisi yang digunakan para penyelam.
Rekaman kamera GoPro milik korban juga sedang dianalisis untuk mengetahui kronologi pasti detik-detik terakhir sebelum tragedi terjadi.
Tragedi tersebut juga menewaskan seorang penyelam militer Maladewa bernama Mohamed Mahudhee yang ikut dalam operasi penyelamatan. Ia meninggal akibat dekompresi saat proses evakuasi berlangsung.
Para ahli kembali mengingatkan bahwa cave diving merupakan salah satu aktivitas menyelam paling berbahaya di dunia karena penyelam tidak bisa langsung naik ke permukaan saat terjadi keadaan darurat, terutama di area sempit dengan visibilitas rendah.
Sumber: Indiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 3Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 4Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 5Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Prediksi Prancis vs Italia 3 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat





