Samsung Terancam Lumpuh! Ribuan Karyawan Siap Mogok, Produksi Chip AI Bisa Terganggu

AKURAT.CO Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, kembali melanjutkan negosiasi alot dengan serikat pekerja pada Selasa (19/5/2026). Pembicaraan sehari sebelumnya, kedua pihak gagal mencapai kesepakatan terkait bonus dan skema kompensasi karyawan.
Perselisihan tersebut kini memicu ancaman mogok kerja besar-besaran yang berpotensi mengganggu produksi chip semikonduktor global, termasuk pasokan chip kecerdasan buatan (AI) yang tengah melonjak permintaannya.
Pemerintah Korea Selatan bahkan mulai turun tangan untuk mencegah krisis industri semakin membesar. Perdana Menteri Korea Selatan memperingatkan bahwa pemerintah dapat menggunakan arbitrase darurat guna menghentikan aksi mogok yang dijadwalkan dimulai Kamis dan berlangsung selama 18 hari.
Laporan media lokal menyebut pembicaraan antara Samsung dan serikat pekerja mulai menunjukkan sedikit kemajuan. Ketua National Labour Relations Commission mengatakan kedua pihak mulai mempersempit sejumlah perbedaan dalam negosiasi.
Namun, jarak tuntutan masih cukup lebar. Serikat pekerja meminta Samsung menghapus batas bonus maksimal 50 persen dari gaji tahunan dan mengalokasikan 15 persen laba operasional tahunan perusahaan ke dana bonus karyawan.
Sebaliknya, Samsung hanya menawarkan bonus sekitar 9 hingga 10 persen dari laba operasional apabila keuntungan perusahaan melampaui 200 triliun won tahun ini. Perusahaan juga tetap mempertahankan batas bonus 50 persen.
Konflik ini menjadi perselisihan terbesar antara Samsung dan serikat pekerja sejak Chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee, berjanji mengakhiri budaya anti-serikat pada 2020.
Ketegangan meningkat karena banyak karyawan merasa tertinggal dibanding rival utama Samsung, SK Hynix, yang lebih cepat memimpin pasar chip AI untuk perusahaan seperti Nvidia.
SK Hynix sebelumnya merombak sistem kompensasi dan memberikan bonus yang disebut lebih dari tiga kali lipat dibanding yang diterima pekerja Samsung. Kondisi itu memicu gelombang perpindahan talenta ke SK Hynix sekaligus meningkatkan jumlah anggota serikat pekerja Samsung.
Kemarahan pekerja juga dipicu oleh lonjakan laba Samsung di tengah booming industri AI global. Permintaan chip memori berkecepatan tinggi untuk teknologi kecerdasan buatan terus melonjak, terutama dari perusahaan teknologi besar seperti Apple, Amazon, Alphabet, dan Nvidia yang menjadi pelanggan utama Samsung.
Di tengah tekanan yang meningkat, Jay Y. Lee akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik dan pelanggan terkait konflik ketenagakerjaan tersebut. Ini menjadi komentar publik pertamanya sejak perselisihan membesar dan ancaman mogok mulai menghantui industri chip Korea Selatan.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 4Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot






