Ajukan Resolusi PBB Tekan Iran, Menlu AS Rubio Sebut ‘Ujian Nyata’ Dunia Atasi Krisis Selat Hormuz

AKURAT.CO Pemerintah Amerika Serikat mengajukan rancangan resolusi baru ke Dewan Keamanan PBB untuk menekan Iran menghentikan serangan serta aktivitas penanaman ranjau di Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut langkah ini sebagai “ujian nyata” bagi efektivitas PBB dalam merespons ancaman global.
Rubio juga mendesak China dan Rusia agar tidak kembali menggunakan hak veto seperti pada upaya sebelumnya. Ia menekankan bahwa stabilitas di Selat Hormuz merupakan kepentingan bersama, mengingat jalur tersebut menjadi urat nadi distribusi energi dunia.
Diplomasi Intensif di Tengah Eskalasi
Pembahasan rancangan resolusi dilakukan secara tertutup sejak Selasa, dengan dukungan sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Jika disahkan, resolusi ini akan membuka jalan bagi sanksi ekonomi dan diplomatik yang lebih keras terhadap Iran, bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer sebagai langkah terakhir.
Langkah ini muncul setelah eskalasi terbaru di kawasan, termasuk penghancuran enam kapal kecil Iran oleh pasukan AS serta serangan rudal Iran ke pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab. Ketegangan tersebut semakin mengancam gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sekitar empat minggu.
Bahasa Lebih Hati-hati, Tekanan Tetap Kuat
Rubio menjelaskan bahwa draf terbaru disusun dengan pendekatan yang lebih hati-hati dibanding proposal sebelumnya yang diveto China dan Rusia. Meski tidak secara eksplisit menyebut penggunaan kekuatan militer, resolusi ini tetap berada di bawah Bab VII Piagam PBB yang memberi kewenangan luas kepada Dewan Keamanan untuk mengambil langkah tegas, mulai dari sanksi hingga tindakan militer.
“Kami melakukan penyesuaian bahasa untuk menghindari kebuntuan diplomatik, tetapi ini tetap menjadi ujian nyata bagi PBB,” ujar Rubio.
Desakan Tegas untuk Iran
Dalam draf tersebut, Dewan Keamanan mengecam pelanggaran gencatan senjata oleh Iran, termasuk upaya menutup Selat Hormuz dan praktik penanaman ranjau laut. Iran diminta segera menghentikan seluruh serangan terhadap kapal-kapal komersial, mengungkap lokasi ranjau yang telah dipasang, serta tidak menghalangi upaya pembersihannya.
Selain itu, Iran juga didorong untuk bekerja sama dalam pembentukan koridor kemanusiaan guna memastikan distribusi bantuan, pupuk, dan kebutuhan pokok tetap berjalan. Sekretaris Jenderal PBB akan diminta menyampaikan laporan dalam waktu 30 hari terkait kepatuhan Teheran. Jika tidak ada kemajuan signifikan, Dewan Keamanan akan kembali bersidang untuk mempertimbangkan langkah lanjutan.
AS Dorong Koalisi Maritim Global
Sejalan dengan upaya diplomasi di PBB, Washington juga mengusulkan pembentukan “Maritime Freedom Coalition”, yakni aliansi keamanan multinasional untuk menjaga kebebasan navigasi di kawasan, termasuk bekerja sama dengan misi Eropa.
Meski Amerika Serikat berharap resolusi dapat disepakati sebelum 8 Mei, sikap China dan Rusia masih belum pasti. Pihak China menyatakan masih mengevaluasi isi draf tersebut, menjadikan pekan depan sebagai periode krusial bagi arah stabilitas keamanan di Timur Tengah dan kelancaran pasokan energi global.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 7Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9Harmonisasi Pendidikan dan Industri, Cara Cermat TBIG Merawat Jaringan Telekomunikasi dan Asa Anak Bangsa
- 10KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN







