Akurat Logo

Pakar Sebut Amerika Kalah atas Iran dalam Strategi Perang

Lufaefi | 4 Mei 2026, 05:50 WIB
Pakar Sebut Amerika Kalah atas Iran dalam Strategi Perang
Presiden AS Donald Trump (Instagram @realdonaltrump)

AKURAT.CO Seorang pakar militer menilai Amerika Serikat mengalami kekalahan secara strategis dalam dinamika konflik dengan Iran, terutama akibat kebijakan tekanan ekonomi dan blokade yang dinilai tidak efektif.

Analis dari Quincy Institute for Responsible Statecraft, Trita Parsi, menyebut tekanan ekonomi yang diberikan selama puluhan tahun tidak mampu menjatuhkan Iran.

“Iran telah berada di bawah berbagai tekanan ekonomi dan sanksi selama 47 tahun. Tidak satu pun dari tekanan tersebut berhasil menghancurkan Iran atau memaksa mereka untuk menyerah,” ujarnya kepada Al Jazeera, Minggu (3/5/2026).

Menurut Parsi, kondisi konflik saat ini berpotensi terus berlanjut, namun justru membawa dampak yang semakin buruk, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga negara lain.

Baca Juga: Subsidi Jaga Harga BBM Tak Naik, Misbakhun: Bentuk Nyata Kehadiran Negara untuk Rakyat

Ia mencontohkan Kuwait yang disebut tidak mengekspor minyak selama sebulan penuh, situasi yang jarang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Ia juga menilai tekanan dari kekuatan global seperti China dapat mendorong kedua pihak kembali ke jalur diplomasi sebagai solusi yang lebih rasional.

Lebih jauh, Parsi menegaskan posisi Amerika Serikat secara strategis telah melemah.

“Amerika Serikat pada dasarnya telah kalah secara strategis, dan ini menunjukkan bahwa Iran mampu melakukan hal yang sama terhadap Amerika Serikat seperti yang dilakukan Ukraina terhadap Rusia,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas dan kredibilitas payung keamanan Amerika di mata dunia.

Parsi juga mengkritik kebijakan blokade yang dilakukan Washington terhadap Iran. Ia menilai langkah tersebut justru menjadi bumerang dan menghambat upaya diplomasi.

“Blokade tersebut tidak ada hubungannya dengan kehadiran Iran di meja perundingan. Jika ada, blokade tersebut lebih menghambat kemajuan diplomatik daripada hal lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Amerika Serikat sempat berada pada posisi lebih menguntungkan ketika berhasil mendorong gencatan senjata. Namun kebijakan lanjutan justru memperburuk situasi, termasuk berdampak pada kenaikan harga minyak global.

Baca Juga: Trump: Hancurkan Iran Habis-Habisan atau Buat Kesepakatan

“Harga minyak sekarang lebih tinggi selama gencatan senjata daripada selama perang itu sendiri. Semua indikator ekonomi ini menunjukkan bahwa blokade memperburuk situasi bagi Trump,” kata Parsi.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pendekatan militer dan tekanan ekonomi belum tentu menghasilkan keunggulan strategis, bahkan berisiko merugikan posisi Amerika Serikat dalam konflik berkepanjangan dengan Iran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi