Akurat Logo

Jerman Sindir AS Dipermalukan oleh Iran, Trump Murka Besar!

Lufaefi | 30 April 2026, 07:00 WIB
Jerman Sindir AS Dipermalukan oleh Iran, Trump Murka Besar!
Presiden Donald Trump (Instagram @real.donaldtrump)

AKURAT.CO Presiden Donald Trump melontarkan respons keras terhadap kritik Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai Amerika Serikat dipermalukan Iran dalam konflik yang masih berlangsung.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menuding Merz tidak memahami ancaman yang ditimbulkan jika Iran memiliki senjata nuklir.

“Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menganggap tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan! Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan disandera,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Selasa (28/4/2026).

Trump juga menyindir kondisi Jerman di bawah kepemimpinan Merz yang menurutnya mengalami kemunduran.

“Saat ini saya sedang melakukan sesuatu terhadap Iran yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh negara-negara lain atau para presiden sebelumnya. Tidak heran Jerman tampil begitu buruk, baik secara ekonomi maupun dalam hal lainnya!” lanjutnya.

Pernyataan Trump tersebut muncul sebagai balasan atas kritik Merz yang sebelumnya menyebut Iran berhasil mempermalukan Amerika Serikat dalam dinamika perang. Menurut Merz, kegagalan diplomasi menunjukkan lemahnya strategi Washington.

Baca Juga: Trump Didesak Berhenti Perang Lawan Iran di Tengah Mandeknya Negosiasi

“Orang Iran jelas sangat piawai dalam bernegosiasi—atau lebih tepatnya sangat piawai dalam tidak bernegosiasi—membiarkan Amerika datang ke Islamabad lalu pulang lagi tanpa hasil apa pun,” ujar Merz dalam sebuah forum di Jerman.

Ia bahkan menilai situasi tersebut mencoreng posisi Amerika di panggung global.

“Seluruh sebuah negara sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusi (IRGC). Karena itu saya berharap situasi ini segera berakhir secepat mungkin,” tambahnya.

Selain mengkritik, Merz juga menegaskan bahwa Jerman tidak berniat terlibat dalam konflik militer antara AS dan Iran. Ia menyoroti absennya strategi jelas dari Washington untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari.

Saling sindir antara Washington dan Berlin ini memperlihatkan ketegangan baru di antara sekutu Barat, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi