Jerman Sindir AS Dipermalukan oleh Iran, Trump Murka Besar!

AKURAT.CO Presiden Donald Trump melontarkan respons keras terhadap kritik Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai Amerika Serikat dipermalukan Iran dalam konflik yang masih berlangsung.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menuding Merz tidak memahami ancaman yang ditimbulkan jika Iran memiliki senjata nuklir.
“Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menganggap tidak masalah jika Iran memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan! Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan disandera,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, Selasa (28/4/2026).
Trump juga menyindir kondisi Jerman di bawah kepemimpinan Merz yang menurutnya mengalami kemunduran.
“Saat ini saya sedang melakukan sesuatu terhadap Iran yang seharusnya sudah dilakukan sejak lama oleh negara-negara lain atau para presiden sebelumnya. Tidak heran Jerman tampil begitu buruk, baik secara ekonomi maupun dalam hal lainnya!” lanjutnya.
Pernyataan Trump tersebut muncul sebagai balasan atas kritik Merz yang sebelumnya menyebut Iran berhasil mempermalukan Amerika Serikat dalam dinamika perang. Menurut Merz, kegagalan diplomasi menunjukkan lemahnya strategi Washington.
Baca Juga: Trump Didesak Berhenti Perang Lawan Iran di Tengah Mandeknya Negosiasi
“Orang Iran jelas sangat piawai dalam bernegosiasi—atau lebih tepatnya sangat piawai dalam tidak bernegosiasi—membiarkan Amerika datang ke Islamabad lalu pulang lagi tanpa hasil apa pun,” ujar Merz dalam sebuah forum di Jerman.
Ia bahkan menilai situasi tersebut mencoreng posisi Amerika di panggung global.
“Seluruh sebuah negara sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusi (IRGC). Karena itu saya berharap situasi ini segera berakhir secepat mungkin,” tambahnya.
Selain mengkritik, Merz juga menegaskan bahwa Jerman tidak berniat terlibat dalam konflik militer antara AS dan Iran. Ia menyoroti absennya strategi jelas dari Washington untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Saling sindir antara Washington dan Berlin ini memperlihatkan ketegangan baru di antara sekutu Barat, di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




