Menakut-nakuti Iran, Trump Unggah Foto Memegang Senjata: Tak Ada Lagi Mr Nice Guy

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memanaskan tensi dengan Iran setelah mengunggah foto dirinya membawa senjata dengan latar ledakan di wilayah Iran. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan sikap keras terhadap Teheran.
“Iran tidak bisa mengatur dirinya sendiri… tidak ada lagi Mr Nice Guy,” tulis Trump dalam unggahan yang langsung memicu reaksi luas.
Tawaran Iran Ditolak, Ketegangan Meningkat
Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Di saat bersamaan, Iran mengajukan proposal untuk meredakan ketegangan dengan membuka kembali Strait of Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas dunia.
Sebagai syarat, Teheran meminta AS mencabut blokade ekonomi dan mengakhiri konflik. Proposal itu disebut disampaikan melalui Pakistan, namun sinyal dari Trump menunjukkan penolakan.
Kebuntuan ini terjadi di tengah gencatan senjata rapuh antara kedua pihak, setelah konflik yang juga melibatkan Israel sejak 28 Februari lalu.Dampak Global: Harga Energi Melonjak
Penutupan Selat Hormuz berdampak besar terhadap ekonomi global. Harga minyak dan bahan bakar melonjak tajam, menekan perekonomian dunia serta meningkatkan harga pangan, pupuk, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kondisi ini juga memberi tekanan politik pada Trump menjelang pemilu paruh waktu, sekaligus mempengaruhi negara-negara Teluk yang bergantung pada jalur tersebut untuk ekspor energi.
Blokade AS sendiri dirancang untuk membatasi ekspor minyak Iran, sehingga mengurangi pemasukan utama negara tersebut.
Serangan Siber dan Ancaman Baru
Di tengah ketegangan militer, konflik juga merambah dunia siber. Kelompok peretas Handala Hack Team, yang dikaitkan dengan Kementerian Intelijen Iran, mengklaim telah membocorkan data ribuan personel militer AS di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan di Telegram, mereka menulis:
“Hari ini, sebagai demonstrasi kemampuan kami, kami mempublikasikan data pribadi lengkap 2.379 marinir AS di kawasan Teluk Persia. Ini hanya sebagian kecil dari kemampuan pengawasan kami.”
Kelompok tersebut juga mengejek sistem keamanan AS sebagai “ilusi kosong”.
Sebelumnya, mereka dilaporkan meretas akun pejabat tinggi penegak hukum AS dan menyebarkan email serta foto pribadi.
Konflik Kian Memanas
Ancaman terhadap personel militer AS di Timur Tengah terus meningkat seiring konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas energi dan keamanan internasional.
Dengan sikap keras terbaru dari Trump dan penolakan terhadap proposal Iran, krisis di kawasan Timur Tengah diprediksi akan semakin memanas dalam waktu dekat.
Sumber: Metro
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







