Momen Canggung, Donald Trump dan King Charles III Saling Tarik-Menarik saat Jabat Tangan

AKURAT.CO Pertemuan antara King Charles III dan Donald Trump di Gedung Putih langsung menyita perhatian publik. Bukan hanya soal diplomasi, tetapi juga momen jabat tangan keduanya yang berlangsung tak biasa dan memicu spekulasi luas.
Kunjungan kenegaraan Raja Inggris ke Amerika Serikat dibuka dengan momen unik yang terekam kamera. Dalam pertemuan perdana di tangga Gedung Putih, jabat tangan antara King Charles III dan Donald Trump berlangsung lebih lama dari biasanya, bahkan disebut menyerupai “adu kekuatan”.
Rekaman video menunjukkan keduanya saling menggenggam tangan selama sekitar 10 detik. Situasi itu tampak canggung ketika Trump, yang dikenal dengan gaya jabat tangan dominan, mencoba menarik tangan sang raja. Namun Charles tak tinggal diam dan terlihat menahan serta membalas tarikan tersebut.
Interaksi ini pun menjadi sorotan karena keduanya sama-sama dikenal memiliki karakter kuat. Dalam beberapa momen, tangan keduanya terlihat saling tarik, menciptakan kesan “tarik ulur” sebelum akhirnya dilepas.
Sementara itu, Queen Camilla dan Melania Trump hanya menyaksikan dari samping sebelum keduanya saling berpelukan setelah momen jabat tangan tersebut berakhir.
Dalam pertemuan sebelumnya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Trump bahkan menggenggam tangan hingga 26 detik—menjadi salah satu jabat tangan terlama dalam diplomasi modern.
Trump memang terkenal dengan gaya jabat tangannya yang seolah menunjukkan gestur dominan. Gaya itu dinilai sebagai cara Trump memberi sinyal bahwa dirinya lah yang lebih berkuasa.
Kunjungan di Tengah Ketegangan
Di sisi lain, kunjungan King Charles III ini berlangsung di tengah situasi global yang memanas, termasuk konflik berkepanjangan dengan Iran serta dampak penutupan Selat Hormuz yang memicu ketegangan geopolitik.
Isu keamanan juga menjadi perhatian setelah insiden dugaan upaya penyerangan saat acara makan malam koresponden di Gedung Putih sehari sebelumnya. Hal ini membuat pengamanan kunjungan kenegaraan diperketat.
Untuk menghindari potensi ketegangan di depan publik, pejabat Inggris dilaporkan mengupayakan agar pertemuan lanjutan antara King Charles III dan Donald Trump dilakukan secara tertutup di Oval Office tanpa sorotan kamera.
Sumber: Metro
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







