Akurat Logo

Berkelas! Iran Enggan Berunding Lagi dengan Amerika di Bawah Tekanan dan Blokade

Lufaefi | 26 April 2026, 14:52 WIB
Berkelas! Iran Enggan Berunding Lagi dengan Amerika di Bawah Tekanan dan Blokade
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif (Press TV)

AKURAT.CO Pemerintah Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat selama masih berada di bawah tekanan, ancaman, dan blokade militer.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, di tengah upaya mediasi yang dilakukan Pakistan untuk meredakan konflik kedua negara, Minggu (26/4/2026).

Pezeshkian menyoroti adanya kontradiksi antara pendekatan tekanan yang dilakukan Washington dengan keinginannya untuk membuka jalur diplomasi.

"Kontradiksi tersebut telah meningkatkan tingkat ketidakpercayaan [terhadap Washington] di kalangan rakyat Iran dan para pejabat Republik Islam," ujarnya.

Baca Juga: Tokoh MUI Beberkan 8 Dusta Amerika dalam Perang Melawan Iran

Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil AS, termasuk blokade laut, justru memperumit upaya penyelesaian konflik secara damai.

"Kelanjutan tindakan permusuhan AS, termasuk blokade angkatan laut, tidak sesuai dengan klaim yang dinyatakan AS tentang upaya mencapai resolusi politik," kata Pezeshkian.

Sebelumnya, pembicaraan antara kedua negara sempat berlangsung di Islamabad, namun berakhir tanpa kesepakatan. Iran menilai tuntutan yang diajukan AS terlalu berlebihan dan tidak realistis.

Meski Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata, kebijakan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Teheran menolak kembali ke meja perundingan.

"Selama tindakan permusuhan dan tekanan operasional Amerika Serikat tidak berhenti, membangun kembali kepercayaan dan mencapai kemajuan di jalur dialog akan menghadapi kesulitan serius," lanjut Pezeshkian.

Ia menekankan bahwa untuk membuka kembali ruang diplomasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghapus hambatan operasional seperti blokade.

"Republik Islam tidak akan memasuki negosiasi yang dipaksakan di bawah tekanan, ancaman, atau blokade," lanjutnya.

Baca Juga: Media Ibrani Ungkap Pergeseran Doktrin Militer Israel di Tengah Perang Iran

Selain itu, Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz selama tekanan militer masih berlangsung.

Pernyataan ini menunjukkan sikap tegas Teheran bahwa proses diplomasi hanya dapat berjalan jika dilakukan secara setara, tanpa tekanan sepihak, di tengah konflik yang masih memanas di kawasan Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi