Saudi Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Iran

AKURAT.CO Pemerintah Arab Saudi menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut kedatangan jemaah haji asal Iran dalam pelaksanaan musim haji tahun 2026.
Di tengah situasi geopolitik kawasan yang masih diliputi ketegangan, komitmen ini menjadi sinyal penting bahwa ibadah tetap menjadi prioritas bersama bagi negara-negara Muslim.
Dilansir Tasnim, Jumat (24/4/2026), Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis telah dirampungkan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan konsumsi bagi para jemaah.
Baca Juga: Hari ke-56 Perang, Iran Akui Baru Sebagian Senjata yang Digunakan untuk Lawan AS
Kelompok pertama jemaah Iran dijadwalkan tiba di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mekkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pihak Saudi juga menekankan bahwa para tamu dari seluruh dunia Islam, termasuk dari Iran, akan disambut dengan penuh keramahan dan pelayanan maksimal.
Hal ini mencerminkan upaya menjaga suasana ibadah yang aman dan kondusif, terlepas dari dinamika politik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Dari sisi Iran, Organisasi Haji dan Ziarah menyampaikan bahwa sekitar 30.000 jemaah diperkirakan akan berangkat tahun ini.
Keberangkatan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait di dalam negeri, termasuk lembaga keamanan nasional.
Para jemaah dijadwalkan berada di Arab Saudi selama lebih dari satu bulan, dengan sebagian waktu dihabiskan di Madinah sebelum menjalankan puncak ibadah di Mekkah.
Koordinasi antara kedua negara dilaporkan berjalan intensif dalam beberapa waktu terakhir.
Otoritas Saudi berulang kali menyampaikan komitmen mereka untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah Iran, sementara pihak Iran memastikan kesiapan para calon jemaah baik dari sisi fisik maupun administratif.
Baca Juga: Menlu Iran Tiba di Pakistan, Rundingan Damai Lanjutan Temui Titik Terang
Di tengah ketegangan kawasan, pelaksanaan ibadah haji ini menjadi simbol penting bahwa kerja sama keagamaan tetap dapat berlangsung.
Momen ini juga menunjukkan bahwa jalur kemanusiaan dan spiritual masih mampu menjembatani hubungan antarnegara, bahkan ketika situasi politik sedang tidak stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





