Donald Trump Klaim Iran Sangat Ingin Membuat Kesepakatan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang dengan Iran “hampir selesai”. Ia menilai konflik tersebut mendekati akhir dan menyebut Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan.
Dalam wawancara dengan Fox Business Network yang dijadwalkan tayang Rabu, Trump mengatakan jika Amerika Serikat menghentikan operasi saat ini, Iran akan membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk membangun kembali negaranya.
“Dan kami belum selesai. Kita lihat saja nanti. Saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump.
Trump sebelumnya juga berulang kali mengklaim kemenangan AS sejak beberapa hari setelah perang dimulai. Ia bahkan menyebut peluang putaran kedua negosiasi dapat terjadi dalam dua hari ke depan, dengan Pakistan kembali menjadi lokasi perundingan.
Di tengah upaya diplomasi, militer AS pada Selasa mengklaim telah mulai menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran. Teheran merespons dengan ancaman serangan ke berbagai target di kawasan, sehari setelah Trump memperingatkan kapal perang Iran akan dihancurkan secara cepat jika mendekati area blokade.
Komando Pusat AS menyatakan pihaknya telah mencapai “superioritas maritim” di Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi, Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper menyebut seluruh aktivitas perdagangan laut keluar-masuk Iran telah dihentikan dalam waktu 36 jam sejak operasi dimulai.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan pemerintahan Trump mengincar kesepakatan besar dengan Iran, bukan sekadar kompromi terbatas. Menurutnya, AS menawarkan pencabutan tekanan ekonomi dengan syarat Iran berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Iran Tuntut Kompensasi dari Lima Negara Arab Terkait Serangan AS-Israel
Upaya mediasi juga terus dilakukan oleh Pakistan. Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, menyatakan negaranya tidak menyerah untuk mempertemukan kedua pihak dan akan terus mendorong dialog.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyebut peluang dimulainya kembali perundingan sangat besar. Hal itu disampaikan usai pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar.
Di sisi lain, perkembangan diplomasi juga terjadi di Washington, di mana pertemuan langsung pertama dalam beberapa dekade antara duta besar Israel dan Lebanon berlangsung dengan hasil yang dinilai produktif. Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, menyebut kedua negara berada di “sisi yang sama” dalam menghadapi kelompok Hezbollah.
Namun, Duta Besar Lebanon, Nada Hamadeh Moawad, menekankan pentingnya penghentian konflik yang masih berlangsung antara Israel dan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Sementara itu, situasi keamanan di kawasan masih memanas. Serangan drone Israel di Gaza dilaporkan menewaskan enam warga Palestina pada Selasa, sehingga total korban tewas hari itu mencapai 11 orang, menurut otoritas kesehatan setempat. Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan militan Hamas di wilayah tersebut.
Sumber: Irishnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






