Akurat Logo

Iran Ejek Trump yang Akan Blokade Selat Hormuz: Rasakan Harga Bensin Saat Ini!

Lufaefi | 14 April 2026, 08:00 WIB
Iran Ejek Trump yang Akan Blokade Selat Hormuz: Rasakan Harga Bensin Saat Ini!
Iran Ejek Trump yang akan blokade Selat Hormuz (istimewa)

AKURAT.CO Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengejek ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana melakukan blokade laut terhadap Iran, termasuk di Selat Hormuz.

Qalibaf menyebut langkah itu justru akan berdampak langsung pada warga Amerika melalui lonjakan harga bahan bakar.

Dalam unggahan di akun X pada Minggu (13/4/2026), Qalibaf menyindir kebijakan tersebut.

“Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade', sebentar lagi Anda akan merindukan harga bensin $4–$5,” tulisnya.

Baca Juga: Paus Leo XIV Tegaskan Tak Pernah Takut dengan Trump, Injil Jadi Rujukan dalam Perang Iran

Ia juga menyertakan foto peta yang menampilkan harga bensin di SPBU dekat Gedung Putih, sebagai simbol bahwa kebijakan Trump akan berbalik merugikan rakyatnya sendiri.

Ancaman blokade disampaikan Trump sehari sebelumnya. Ia memperingatkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz serta mencegat kapal-kapal di perairan internasional yang disebutnya telah membayar tol kepada Iran.

Namun Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menjelaskan bahwa langkah tersebut hanya akan menargetkan kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Kapal internasional lain yang tidak terkait dengan Iran, menurut CENTCOM, tetap akan memiliki kebebasan navigasi melintasi selat tersebut.

Militer AS menyatakan operasi blokade terhadap pelabuhan Iran akan dimulai pada Senin pukul 14.00 GMT.

Baca Juga: Iran Wacanakan Tol Kapal di Selat Hormuz Dibayar Kripto, Ini Fakta dan Dampaknya

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi global, tempat sebagian besar ekspor minyak Timur Tengah melintas. Setiap gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia dan berdampak pada harga energi global, termasuk di Amerika Serikat.

Pernyataan Qalibaf menambah panas tensi antara Teheran dan Washington di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan Teluk.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi