Diancam Trump Iran Bisa Musnah dalam Satu Malam, Militer Iran Balik Serang: Arogansi Presiden Gangguan Mental

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militernya mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam satu malam. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja terjadi besok malam,” ujar Trump kepada wartawan.
Trump juga menyebut militer AS telah menyiapkan berbagai skenario serangan, termasuk penghancuran infrastruktur vital Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik dalam waktu hitungan jam.
“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total,” tegasnya.
Ancaman tersebut disampaikan menjelang berakhirnya ultimatum AS kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz pada 7 April.
Di sisi lain, pihak Iran merespons keras pernyataan tersebut. Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ebrahim Zolfaqari menilai pernyataan Trump tidak berdasar dan mencerminkan sikap arogan.
Ia bahkan menyebut Trump mengalami gangguan mental karena pernyataan-pernyataannya yang dinilai tidak rasional.
Baca Juga: AS Cegah Israel Serang Perbatasan Lebanon-Suriah, Tolak Libatkan Damaskus dalam Perang
Ancaman Trump itu disebut sebagai bentuk kebuntuan strategi, karena dinilai gagal menaklukkan Iran dalam konflik yang terus berlangsung.
Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua personel militer AS berhasil diselamatkan setelah pesawat tempur F-15E mereka ditembak jatuh pada 2 April. Operasi penyelamatan tersebut melibatkan ratusan aset militer, termasuk jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.
Sejak akhir Februari, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Ketegangan yang terus meningkat memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Hingga kini, situasi masih berkembang cepat, dengan kedua pihak sama-sama menunjukkan sikap keras dan membuka kemungkinan konfrontasi militer yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









