Akurat Logo

Diancam Trump Iran Bisa Musnah dalam Satu Malam, Militer Iran Balik Serang: Arogansi Presiden Gangguan Mental

Lufaefi | 7 April 2026, 20:14 WIB
Diancam Trump Iran Bisa Musnah dalam Satu Malam, Militer Iran Balik Serang: Arogansi Presiden Gangguan Mental
Juru Bicara Militer Iran IRGC Letkol Ebrahim Zolfaghari (istimewa)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militernya mampu melumpuhkan Iran dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam satu malam. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja terjadi besok malam,” ujar Trump kepada wartawan.

Trump juga menyebut militer AS telah menyiapkan berbagai skenario serangan, termasuk penghancuran infrastruktur vital Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik dalam waktu hitungan jam.

“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi, maksud saya hancur total,” tegasnya.

Ancaman tersebut disampaikan menjelang berakhirnya ultimatum AS kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz pada 7 April.

Di sisi lain, pihak Iran merespons keras pernyataan tersebut. Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ebrahim Zolfaqari menilai pernyataan Trump tidak berdasar dan mencerminkan sikap arogan.

Ia bahkan menyebut Trump mengalami gangguan mental karena pernyataan-pernyataannya yang dinilai tidak rasional.

Baca Juga: AS Cegah Israel Serang Perbatasan Lebanon-Suriah, Tolak Libatkan Damaskus dalam Perang

Ancaman Trump itu disebut sebagai bentuk kebuntuan strategi, karena dinilai gagal menaklukkan Iran dalam konflik yang terus berlangsung.

Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa dua personel militer AS berhasil diselamatkan setelah pesawat tempur F-15E mereka ditembak jatuh pada 2 April. Operasi penyelamatan tersebut melibatkan ratusan aset militer, termasuk jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.

Sejak akhir Februari, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.300 orang. Ketegangan yang terus meningkat memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, situasi masih berkembang cepat, dengan kedua pihak sama-sama menunjukkan sikap keras dan membuka kemungkinan konfrontasi militer yang lebih besar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi