PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Gugurnya TNI di Lebanon, Sebut Ada Ranjau di Tengah Jalan!

AKURAT.CO Misi perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), mengungkap hasil penyelidikan awal terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon Selatan. Ledakan yang menewaskan dua prajurit diduga berasal dari bahan peledak rakitan yang dipasang di jalan.
Dalam laporan yang dikutip Rabu (1/4/2026), disebutkan kendaraan yang ditumpangi prajurit TNI menginjak semacam ranjau saat melintas di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3/2026). Insiden itu juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Sehari sebelumnya, seorang prajurit TNI lainnya dilaporkan gugur akibat serangan artileri Israel terhadap pos penjagaan.
Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan, ledakan tersebut bersumber dari bahan peledak rakitan yang mengenai kendaraan bagian dari konvoi penjaga perdamaian.
Baca Juga: Kejam! Israel Akan Hancurkan Semua Rumah Warga Lebanon di Dekat Perbatasan
“UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk memastikan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” kata Lacroix dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, dikutip Rabu (1/4/2026).
Hasil penyelidikan awal belum menentukan pihak yang bertanggung jawab atas peledakan tersebut. Situasi di Lebanon Selatan sendiri masih memanas menyusul operasi militer Israel sejak awal bulan.
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuduh kelompok Hizbullah sebagai pihak yang meletakkan bom. Ia juga menyebut kelompok tersebut meluncurkan roket dari desa-desa dekat pos PBB sehingga membahayakan pasukan penjaga perdamaian.
Menanggapi tuduhan itu, Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel menantang Israel untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik.
“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik kami,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan ledakan yang menghancurkan kendaraan TNI kemungkinan besar merupakan bahan peledak rakitan.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Israel yang Desak Trump Kerahkan Militer AS untuk Serangan Darat ke Iran
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras insiden tersebut. Ia menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







