Akurat Logo

PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Gugurnya TNI di Lebanon, Sebut Ada Ranjau di Tengah Jalan!

Lufaefi | 2 April 2026, 10:00 WIB
PBB Ungkap Hasil Penyelidikan Awal Gugurnya TNI di Lebanon, Sebut Ada Ranjau di Tengah Jalan!
Ilustrasi: PBB Ungkap Temuan Awal Gugurnya TNI di Lebanon (istimewa)

AKURAT.CO Misi perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), mengungkap hasil penyelidikan awal terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon Selatan. Ledakan yang menewaskan dua prajurit diduga berasal dari bahan peledak rakitan yang dipasang di jalan.

Dalam laporan yang dikutip Rabu (1/4/2026), disebutkan kendaraan yang ditumpangi prajurit TNI menginjak semacam ranjau saat melintas di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan, pada Senin (30/3/2026). Insiden itu juga menyebabkan dua prajurit lainnya mengalami luka-luka.

Sehari sebelumnya, seorang prajurit TNI lainnya dilaporkan gugur akibat serangan artileri Israel terhadap pos penjagaan.

Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan, ledakan tersebut bersumber dari bahan peledak rakitan yang mengenai kendaraan bagian dari konvoi penjaga perdamaian.

Baca Juga: Kejam! Israel Akan Hancurkan Semua Rumah Warga Lebanon di Dekat Perbatasan

“UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk memastikan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” kata Lacroix dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, dikutip Rabu (1/4/2026).

Hasil penyelidikan awal belum menentukan pihak yang bertanggung jawab atas peledakan tersebut. Situasi di Lebanon Selatan sendiri masih memanas menyusul operasi militer Israel sejak awal bulan.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuduh kelompok Hizbullah sebagai pihak yang meletakkan bom. Ia juga menyebut kelompok tersebut meluncurkan roket dari desa-desa dekat pos PBB sehingga membahayakan pasukan penjaga perdamaian.

Menanggapi tuduhan itu, Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel menantang Israel untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik.

“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik kami,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan ledakan yang menghancurkan kendaraan TNI kemungkinan besar merupakan bahan peledak rakitan.

Baca Juga: Terungkap! Ternyata Israel yang Desak Trump Kerahkan Militer AS untuk Serangan Darat ke Iran

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras insiden tersebut. Ia menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi