Terungkap! Ternyata Israel yang Desak Trump Kerahkan Militer AS untuk Serangan Darat ke Iran

AKURAT.CO Israel dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melancarkan serangan darat singkat dan intensif terhadap Iran sebelum membuka jalur negosiasi damai. Laporan ini disampaikan surat kabar Israel, Maariv, Kamis (2/4/2026).
Menurut laporan tersebut, Israel khawatir Washington akan memilih berunding dengan Teheran sebelum kemampuan militer Iran benar-benar dilemahkan. Kekhawatiran itu mendorong para pejabat Israel meminta pemerintahan Trump mengambil langkah militer lebih tegas.
“Operasi singkat dan intensif melibatkan pasukan darat,” demikian laporan Maariv, dikutip Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Iran Bantah Klaim Trump soal Gencatan Senjata, Tegaskan Perang Berlanjut hingga AS Bayar Ganti Rugi
Laporan itu juga menyebutkan, operasi bisa berlangsung beberapa hari hingga sepekan, bergantung pada tenggat yang diberikan Trump kepada Iran sampai 6 April untuk membuka kembali Selat Hormuz.
“Israel telah menjelaskan, mereka tidak akan mengerahkan pasukan darat ke Iran tapi akan sangat mendukung militer AS jika Washington memutuskan untuk melakukannya,” tulis Maariv.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan perang telah melewati setengah jalan dalam hal pencapaian tujuan, meski belum tentu dari sisi waktu. Dalam wawancara dengan media AS Newsmax, ia juga mendorong Trump agar tidak terpengaruh opini publik yang menentang perang.
Sementara itu, laporan menyebut Trump mengirim sinyal beragam terkait kemungkinan negosiasi dengan Iran. Pejabat Israel menilai terdapat dua opsi yang dipertimbangkan Washington, yakni meningkatkan eskalasi militer atau membuka perundingan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah menargetkan infrastruktur energi Iran, termasuk Pulau Kharg sebagai pusat ekspor minyak serta ladang gas South Pars. Opsi lainnya adalah mencapai kesepakatan yang membatasi kemampuan rudal dan nuklir Iran tanpa menghancurkan seluruh infrastruktur militernya.
Beberapa sumber pejabat Israel mengatakan kepada Maariv, Netanyahu dan para penasihatnya lebih condong pada opsi pertama.
Baca Juga: Serangan Israel di Beirut Tewaskan 7 Orang, Targetkan Komandan Senior Hizbullah
“Mencapai kesepakatan sekarang akan menjadi kemenangan nyata bagi Iran,” kata sumber tersebut. Ia menambahkan, kesepakatan berpotensi memperkuat posisi rezim Iran, termasuk kemungkinan pencabutan sanksi dan bantuan rekonstruksi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Washington terkait laporan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen








