Kejam! Israel Akan Hancurkan Semua Rumah Warga Lebanon di Dekat Perbatasan

AKURAT.CO Militer Israel berencana menghancurkan seluruh rumah di desa-desa Lebanon yang berada di dekat perbatasan Israel. Kebijakan itu juga disertai larangan bagi ratusan ribu warga Lebanon Selatan yang mengungsi untuk kembali ke tempat tinggal mereka.
Sekitar 600.000 penduduk Lebanon Selatan dilaporkan belum diizinkan pulang hingga wilayah utara Israel dinyatakan benar-benar aman.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan, pasukan Israel akan membangun zona keamanan di wilayah Lebanon setelah operasi militer berakhir.
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Israel yang Desak Trump Kerahkan Militer AS untuk Serangan Darat ke Iran
"Pada akhir operasi, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan membangun zona keamanan di dalam Lebanon, garis pertahanan terhadap rudal anti-tank, dan akan mempertahankan kendali keamanan atas seluruh wilayah hingga Sungai Litani, termasuk sisa jembatan Litani," kata Israel Katz, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (1/4/2026).
Ia kembali menegaskan rencana pembentukan zona penyangga di Lebanon Selatan dan mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah hingga Sungai Litani setelah perang dengan Hizbullah usai.
Sejak Israel melancarkan serangan terhadap Hizbullah pada 2 Maret, lebih dari 1,2 juta warga Lebanon dilaporkan mengungsi. Serangan tersebut juga menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas.
Sungai Litani sendiri terletak sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel dan bermuara ke Laut Mediterania. Wilayah antara sungai itu dan perbatasan Israel mencakup hampir 10 persen dari total wilayah Lebanon.
Baca Juga: Bahlil: MoU Energi RI-Korsel Penting Antisipasi Krisis Global
Pada awal Maret, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memerintahkan sebagian besar warga Lebanon Selatan untuk meninggalkan rumah mereka. Wilayah tersebut, termasuk kawasan pinggiran selatan Beirut, dikenal sebagai basis kuat kelompok Hizbullah.
Hingga kini, situasi di perbatasan Lebanon-Israel masih memanas di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 3Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 6Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 7Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Rocky Gerung Minta Buruh Kawal RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, Jangan Mundur jika Berhadapan Kekuasaan
- 10Hanya Kompromi Politik, Fahri Hamzah Tantang DPR Tetapkan Ambang Batas Parlemen Nol atau 20 Persen







