Media Israel: Serangan Iran ke Pabrik Kimia Berpotensi Kebocoran Bahan Berbahaya

AKURAT.CO Serangan rudal Iran ke wilayah selatan Israel memicu kebakaran di sebuah pabrik kimia dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran bahan berbahaya.
Dikutip dari The Times of Israel, Senin (30/3/2026), sebuah pecahan rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam fasilitas di kawasan industri Neot Hovav, dekat Beersheba. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kebakaran besar sempat terjadi di lokasi.
Militer Israel menyatakan bahwa rudal tersebut tidak secara langsung menghantam pabrik, melainkan pecahannya yang jatuh di area fasilitas kimia dan memicu kobaran api.
Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?
Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel sempat menginstruksikan warga di sekitar zona industri untuk tetap berada di dalam ruangan karena adanya kekhawatiran kebocoran bahan kimia berbahaya dari pabrik pupuk yang terdampak.
Namun setelah api berhasil dipadamkan, Kementerian Perlindungan Lingkungan Israel memastikan bahwa tidak ada risiko bagi masyarakat. Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman mengatakan pengukuran dan pemantauan di lokasi menunjukkan situasi telah aman, sehingga aktivitas dapat kembali normal.
Layanan pemadam kebakaran menyebut kontainer yang terdampak berisi pestisida. Perusahaan ADAMA Agricultural Solutions mengonfirmasi bahwa pabrik Makhteshim miliknya di wilayah selatan Israel terdampak serangan tersebut, meski tingkat kerusakan masih dalam penilaian.
Tak lama setelah insiden di kawasan industri, rudal lain menghantam area terbuka di kota Beersheba. Ledakan menyebabkan kerusakan pada sekitar 100 rumah, dengan 11 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan dan gelombang kejut.
Layanan darurat Magen David Adom menyatakan juga menangani puluhan warga yang mengalami syok dan kecemasan akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Jutaan Warga Turun ke Jalan, Gelombang Demo “No Kings” Protes Trump dan Perang Iran
Militer Israel menyebut sebagian rudal Iran berhasil dicegat, sementara beberapa lainnya dibiarkan jatuh di area terbuka sesuai prosedur.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menyerang lebih dari 140 target terkait sistem rudal balistik Iran di wilayah barat dan tengah Iran dalam 24 jam terakhir. Serangan disebut menargetkan lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal serta sistem pertahanan udara.
Eskalasi ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Israel dan Iran, dengan kelompok Hizbullah di Lebanon juga terus meluncurkan roket dan drone ke wilayah utara Israel. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya dampak perang di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







