Akurat Logo

Netanyahu Instruksikan Militer Israel Perluas Invasi ke Lebanon Selatan

Lufaefi | 30 Maret 2026, 08:15 WIB
Netanyahu Instruksikan Militer Israel Perluas Invasi ke Lebanon Selatan
Benjamin Netanyahu Instruksikan Militer Israel Perluas Invasi ke Lebanon Selatan (istimewa)

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan militernya untuk memperluas invasi ke Lebanon selatan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dalam perang Amerika Serikat–Israel melawan Iran.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (30/3/2026), Netanyahu mengatakan dirinya telah memerintahkan perluasan zona penyangga keamanan di wilayah utara Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam pesan video dari Komando Utara militer Israel.

“Saya baru saja menginstruksikan untuk memperluas lebih lanjut zona penyangga keamanan yang ada. Kami bertekad untuk mengubah secara fundamental situasi di utara,” ujar Netanyahu, seraya menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari strategi yang disebutnya menyerupai model Gaza.

Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?

Pengumuman itu muncul ketika pasukan Israel dilaporkan bergerak maju di beberapa wilayah Lebanon selatan menuju Sungai Litani. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendorong mundur kelompok Hizbullah, yang sebelumnya terlibat dalam eskalasi konflik regional.

Melaporkan dari wilayah selatan Lebanon, koresponden Al Jazeera menyebut pertempuran antara Hizbullah dan Israel meningkat dalam beberapa jam terakhir. Pasukan Israel dilaporkan telah mencapai sejumlah titik strategis di dekat anak Sungai Litani, yang dinilai sebagai perkembangan signifikan dalam operasi militer tersebut.

Sementara itu, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) melaporkan seorang penjaga perdamaian tewas dan satu lainnya mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di Lebanon selatan. Pihak UNIFIL menyatakan masih menyelidiki asal-usul proyektil tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas sejak negara itu terseret dalam konflik pada awal Maret. Ribuan lainnya mengalami luka-luka, sementara lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat eskalasi pertempuran.

Di tengah situasi tersebut, ratusan pelayat berkumpul di wilayah selatan Beirut untuk menghadiri pemakaman tiga jurnalis yang tewas dalam serangan udara di kota Jezzine. Militer Israel menyatakan salah satu korban adalah target serangan yang mereka tuduh memiliki afiliasi dengan Hizbullah, tuduhan yang menuai kecaman dari berbagai pihak.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa jurnalis yang bekerja di zona konflik tidak boleh menjadi sasaran serangan. Ia menegaskan bahwa jika terbukti disengaja, tindakan tersebut dapat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Baca Juga: Militer Israel Nyaris Runtuh karena Perang Multi-Front, Jenderal Tertinggi Kibarkan 10 Bendera Merah

Kelompok advokasi pers Committee to Protect Journalists (CPJ) juga mencatat sejumlah jurnalis tewas sejak meningkatnya permusuhan lintas perbatasan dalam beberapa tahun terakhir.

Eskalasi di Lebanon selatan terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan lebih luas di kawasan, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional dalam beberapa pekan mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi