Menhan AS Pete Hegseth: Iran Akan Menderita Serangan Terbesar Hari Ini! Perang akan Berakhir sesuai Kepentingan Amerika

AKURAT.CO Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan Iran akan kembali menghadapi paket serangan terbesar dalam konflik yang tengah berlangsung di kawasan Teluk. Ia menegaskan perang akan berakhir sesuai kepentingan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Kamis (waktu setempat), Hegseth menyebut militer AS telah menyerang lebih dari 7.000 target di Iran. Ia mengatakan kemampuan militer AS terus meningkat, sementara kapasitas pertahanan Iran terus melemah.
“Kapabilitas kami terus berkembang, sementara milik Iran terus menurun,” ujarnya, seraya menambahkan sistem pertahanan udara Iran telah “dilumpuhkan.”
Hegseth juga menyebut serangan terhadap fasilitas militer Iran di Pulau Kharg memberikan kendali strategis bagi AS atas situasi di negara tersebut.
Pada awal konferensi pers, Hegseth mengatakan dirinya bersama Presiden Donald Trump menghadiri proses pemulangan jenazah tentara AS yang tewas dalam konflik dengan Iran. Ia menyebut keluarga korban meminta pemerintah memastikan operasi militer dilanjutkan hingga tuntas.
“Kami akan menyelesaikan ini. Kami akan menghormati pengorbanan mereka,” kata Hegseth.
Menanggapi kritik yang menyebut konflik berpotensi menjadi perang berkepanjangan, Hegseth menolak anggapan tersebut. Ia menuding sebagian media menggambarkan situasi secara berlebihan sebagai “perang tanpa akhir.”
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran semakin Panas: Jalur Utama Trafik Internet Global dalam Bahaya
Ia menegaskan, tujuan operasi militer AS sejak awal tetap tidak berubah dan berjalan sesuai rencana. Target tersebut meliputi penghancuran peluncur rudal, melemahkan industri pertahanan Iran, melumpuhkan angkatan laut, serta memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Hegseth mengklaim serangan rudal balistik dan drone Iran terhadap pasukan AS telah menurun hingga 90 persen sejak konflik dimulai. Ia juga menyebut kemampuan produksi rudal balistik Iran mengalami penurunan signifikan.
Lebih lanjut, ia mengatakan AS telah merusak atau menenggelamkan sedikitnya 120 kapal angkatan laut Iran. Armada permukaan disebut tidak lagi menjadi ancaman, sementara 11 kapal selam Iran diklaim telah hancur.
Hegseth juga menyebut posisi pimpinan militer Iran kini semakin rentan. Ia bahkan menyebut jabatan tersebut sebagai “pekerjaan sementara” karena tingginya risiko.
Ia menuduh Iran mengembangkan jaringan terowongan, roket, rudal, dan drone, serupa dengan kelompok Hamas di Gaza. Menurutnya, seluruh aset tersebut menjadi target operasi militer AS secara sistematis.
Hegseth menegaskan operasi akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan tercapai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini



