Akurat Logo

Israel Tembak Mati Orang Tua dan Dua Anak di Tepi Barat

Lufaefi | 16 Maret 2026, 16:49 WIB
Israel Tembak Mati Orang Tua dan Dua Anak di Tepi Barat
Ilustrasi: Warga Palestina Ditembak Israel (istimewa)

AKURAT.CO Tentara Israel dilaporkan menewaskan sepasang suami istri Palestina dan dua anak mereka dalam sebuah insiden penembakan di wilayah West Bank. Otoritas kesehatan Palestina menyatakan keluarga tersebut ditembak saat berada di dalam kendaraan di desa Tammun. Demikian dilansir Al Jazeera, Senin (16/3/2026).

Korban tewas diidentifikasi sebagai Ali Khaled Bani Odeh (37), istrinya Waad (35), serta dua anak mereka yang masih balita. Dua anak lainnya dilaporkan mengalami luka akibat pecahan peluru dan kini menjalani perawatan medis.

Salah satu anak yang selamat menuturkan bahwa keluarganya ditembaki secara tiba-tiba ketika sedang dalam perjalanan kembali ke desa mereka. Ia menggambarkan situasi kepanikan di dalam mobil sebelum akhirnya tembakan berhenti dan suasana menjadi hening.

Militer Israel dalam pernyataannya menyebut pasukannya tengah melakukan operasi penangkapan terhadap warga Palestina yang dicari atas dugaan aktivitas militan.

Baca Juga: Pejabat Israel Akui Perang di Iran Tak Sesuai Harapan

Menurut versi militer, sebuah kendaraan melaju ke arah pasukan dan dianggap menimbulkan ancaman langsung, sehingga tentara melepaskan tembakan. Militer menyatakan insiden tersebut sedang ditinjau.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras kejadian itu dan menyebutnya sebagai bagian dari pola kekerasan sistematis terhadap warga Palestina. Mereka menilai peristiwa tersebut bukan insiden terisolasi.

Laporan jurnalis di lapangan menyebut keluarga itu baru saja kembali dari bepergian ketika penembakan terjadi. Pihak keluarga menegaskan bahwa korban tidak mengetahui adanya operasi militer di lokasi tersebut.

Dalam peristiwa terpisah, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun dilaporkan ditabrak kendaraan yang dikemudikan seorang pemukim Israel di wilayah Umm al-Khair, Perbukitan Hebron Selatan. Anak tersebut mengalami luka di wajah dan sempat dirawat di rumah sakit sebelum dipulangkan pada hari yang sama.

Menurut keterangan saksi dan aktivis hak sipil yang berada di lokasi, pengemudi sempat meninggalkan tempat kejadian sebelum kembali. Polisi Israel menyatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pengemudi tidak bertanggung jawab karena anak tersebut disebut berlari ke jalan.

Tiga aktivis hak asasi manusia yang berada di lokasi sempat ditahan dan diinterogasi oleh polisi. Mereka dituduh mengganggu ketertiban umum dan merusak kendaraan, meskipun tidak ada dakwaan resmi yang diumumkan. Salah satu aktivis kemudian dideportasi dengan alasan melanggar ketentuan visa turis.

Seorang anggota parlemen Israel, Gilad Kariv, mengkritik deportasi tersebut dan menilai otoritas imigrasi bertindak berlebihan terhadap aktivis sipil.

Baca Juga: Takut Dirudal Iran, Sejumlah Kapal di Selat Hormuz Menyamar Jadi Milik China

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sejak eskalasi konflik regional pada akhir Februari, sedikitnya beberapa warga Palestina di Tepi Barat tewas dalam insiden yang melibatkan pemukim maupun pasukan Israel.

Di Jalur Gaza, serangan udara Israel juga dilaporkan kembali meningkat meski sebelumnya sempat ada gencatan senjata. Otoritas setempat menyebut sejumlah korban jiwa kembali berjatuhan dalam beberapa hari terakhir.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang juga dipicu konflik lebih luas antara Israel dan Iran. Situasi keamanan di Tepi Barat dan Gaza terus menjadi perhatian komunitas internasional, dengan seruan berulang agar semua pihak menahan diri dan melindungi warga sipil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi