Akurat Logo

Pejabat Israel Akui Perang di Iran Tak Sesuai Harapan

Lufaefi | 16 Maret 2026, 16:45 WIB
Pejabat Israel Akui Perang di Iran Tak Sesuai Harapan
Ilustrasi Perang Iran Vs AS Israel (istimewa)

AKURAT.CO Sumber-sumber keamanan Israel mengakui bahwa operasi militer terhadap Iran tidak berjalan sesuai dengan kecepatan yang direncanakan pada awal agresi. Meskipun serangan pembuka dinilai lebih efektif dari perkiraan, perkembangan perang dinilai tidak secepat skenario awal yang dibayangkan oleh para perencana militer.

Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, para pejabat keamanan menyebut kemungkinan perlunya evaluasi ulang terhadap tujuan perang. Penilaian ini muncul setelah dinamika di lapangan menunjukkan kompleksitas yang lebih besar dibandingkan asumsi awal.

Salah satu tantangan yang dihadapi Israel adalah tidak terjadinya gelombang protes besar di dalam negeri Iran. Sebagian analis Israel sebelumnya memperkirakan bahwa tekanan militer dapat memicu ketidakstabilan internal dan mendorong warga Iran turun ke jalan, namun skenario tersebut belum terwujud secara signifikan.

Baca Juga: Takut Dirudal Iran, Sejumlah Kapal di Selat Hormuz Menyamar Jadi Milik China

Para pejabat juga mengindikasikan adanya koordinasi lanjutan antara Israel dan Amerika Serikat untuk menentukan langkah tambahan yang dapat memengaruhi arah konflik ke depan.

Di sisi militer, Israel menyatakan bahwa salah satu tujuan utama pada fase awal adalah mencapai keunggulan udara di atas wilayah Iran. Serangan udara dilaporkan menargetkan ribuan lokasi yang berkaitan dengan lembaga keamanan dan militer Iran, termasuk fasilitas milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Juru bicara militer Israel menyebut operasi dipersiapkan untuk berlangsung setidaknya beberapa minggu, dengan ribuan target yang masih masuk dalam daftar sasaran. Fokus saat ini diarahkan pada penghancuran industri militer Iran, termasuk fasilitas produksi rudal balistik dan sistem pertahanan udara.

Menurut klaim pejabat Israel, konflik kali ini berbeda dan lebih luas dibandingkan perang singkat sebelumnya pada Juni 2025. Jika sebelumnya operasi difokuskan pada pencegahan ancaman nuklir dan peningkatan produksi rudal balistik Iran, maka dalam perang saat ini Israel berupaya melemahkan secara sistematis seluruh infrastruktur pertahanan strategis Iran.

Industri pertahanan Iran yang luas — mencakup produksi rudal balistik, pertahanan udara, sistem angkatan laut, kemampuan siber, hingga satelit — menjadi sasaran utama. Sejumlah perusahaan besar yang terafiliasi dengan IRGC maupun perusahaan komponen skala kecil dilaporkan termasuk dalam daftar target.

Selain fasilitas militer, serangan juga disebut menargetkan berbagai pusat komando dan struktur keamanan internal Iran. Israel mengklaim telah menimbulkan kerusakan signifikan terhadap kemampuan produksi rudal balistik dan infrastruktur militer Iran.

Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Janji Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Sementara itu, Iran merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa lokasi yang dikaitkan dengan kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Eskalasi ini dilaporkan berdampak pada stabilitas regional, infrastruktur sipil, serta pasar global.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah pejabat Israel menilai bahwa capaian militer yang telah diraih tetap signifikan, namun dinamika konflik memerlukan perhitungan ulang terhadap strategi dan tujuan jangka menengah maupun panjang.

Konflik yang telah berlangsung selama dua pekan ini menunjukkan bahwa perang modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan serangan awal, tetapi juga oleh daya tahan, kalkulasi politik, serta respons internal dan eksternal yang berkembang seiring waktu.

Sumber: Berbagai Sumber.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi