Begini Cara China dan Rusia Bantu Iran Melihat Medan Pertempuran Lawan AS-Israel

AKURAT.CO Rusia dan China disebut memainkan peran penting dalam membantu Iran meningkatkan kemampuan pengintaian dan peperangan elektroniknya di tengah eskalasi perang AS-Israel terhadap Teheran.
Dalam artikel opini yang diterbitkan Al Jazeera pada 12 Maret 2026, analis dan jurnalis Jasim Al-Azzawi menulis bahwa konflik di Teluk kini memasuki fase perang sinyal, di mana dominasi ditentukan oleh radar, satelit, dan intelijen elektronik.
“Di Teluk saat ini, medan perang adalah spektrum elektromagnetik, dan kedua belah pihak berjuang, di atas segalanya, untuk membutakan pihak lain,” tulis Al-Azzawi.
Tiga pejabat senior Amerika mengatakan kepada The Washington Post bahwa Rusia telah memberikan intelijen sensitif kepada Iran, termasuk lokasi kapal perang dan pesawat AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Kantor Perdana Menteri Israel Bantah Berita Netanyahu Tewas
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan membantah tuduhan tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, Al-Azzawi menilai bantahan itu tidak mengubah realitas di lapangan.
“Intelijen adalah mata uang. Putin hanya menggunakannya,” tulisnya.
Menurut artikel tersebut, Rusia memiliki jaringan satelit pengawasan yang jauh lebih maju dibandingkan Iran. Satelit seperti Kanopus-V—yang dioperasikan Iran dengan nama Khayyam—memberikan citra optik dan radar sepanjang waktu untuk membantu Teheran melacak pergerakan aset militer lawan.
Selain Rusia, China juga disebut berkontribusi dalam memperkuat sistem peperangan elektronik Iran. Beijing dilaporkan membantu transisi navigasi militer Iran dari GPS Amerika ke sistem satelit BeiDou.
China juga memasok radar anti-siluman YLC-8B, yang menggunakan gelombang frekuensi rendah untuk mendeteksi pesawat siluman.
Al-Azzawi mengutip mantan perwira CIA Bruce Riedel yang menyatakan, “Dalam peperangan modern, koordinat seringkali lebih berharga daripada peluru. Siapa pun yang tahu di mana musuh berada akan menang.”
Laporan itu juga menyebut Iran mendekati kesepakatan untuk memperoleh rudal antikapal supersonik CM-302, yang disebut analis militer sebagai “carrier killer” karena kecepatannya dan kemampuan terbang rendah di atas permukaan laut.
Baca Juga: Bantu Iran, Yaman Akan Tutup Jalur Strategis Selat Bab el-Mandeb
Di sisi lain, AS dan Israel disebut telah menghancurkan sejumlah infrastruktur radar Iran pada fase awal operasi militer mereka. Operasi tersebut dinamai “Roaring Lion” dan “Epic Fury”, menurut artikel itu.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Mohammad Naeini, mengklaim Iran telah menghancurkan hampir 10 sistem radar canggih AS di kawasan. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, ketika ditanya mengenai dugaan bantuan intelijen Rusia kepada Iran dalam wawancara dengan program 60 Minutes, menjawab singkat, “We’re tracking everything.”
Al-Azzawi menilai dominasi teknologi AS-Israel di Teluk tidak hilang, tetapi mulai terkikis oleh transfer teknologi China dan pertukaran intelijen Rusia.
“Rusia dan China tidak mengirimkan divisi untuk membantu Teheran. Mereka melakukan sesuatu yang lebih abadi: mereka mengajari Iran cara melihat,” tulisnya.
Baca Juga: Jalur Laut Strategis
Artikel tersebut menyimpulkan bahwa perang di kawasan kini bukan hanya soal jumlah rudal atau kapal induk, melainkan soal siapa yang mampu menguasai spektrum elektromagnetik dan mempertahankan keunggulan informasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








