Setelah Dikritik Keras, PM Inggris Keir Starmer Menelepon Donald Trump

AKURAT.CO Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (9/3). Sambungan komunikasi itu dilakukan kurang dari sehari setelah Trump kembali mengkritik pemimpin Inggris itu terkait dukungan terhadap kampanye militer AS terhadap Iran.
Dalam pernyataan resmi, kantor Starmer menyebut kedua pemimpin membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah serta kerja sama militer antara Inggris dan Amerika Serikat.
“Para pemimpin memulai pembicaraan dengan membahas situasi terbaru di Timur Tengah dan kerja sama militer antara Inggris dan AS melalui penggunaan pangkalan Royal Air Force (RAF) untuk mendukung pertahanan kolektif para mitra di kawasan,” kata juru bicara kantor Starmer.
Pernyataan tersebut tidak menyinggung secara langsung kritik terbaru Trump. Sebelumnya, Trump menanggapi laporan bahwa Inggris kemungkinan akan mengirim kapal induk ke kawasan tersebut.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menulis, “Kami tidak membutuhkan orang yang bergabung dalam perang setelah kami sudah menang.”
Selain membahas situasi keamanan kawasan, Starmer juga menyampaikan belasungkawa kepada Trump dan rakyat Amerika Serikat atas tewasnya enam tentara AS.
“Perdana Menteri juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Presiden Trump dan rakyat Amerika setelah kematian enam tentara AS. Kedua pemimpin berharap dapat kembali berbicara dalam waktu dekat,” ujar juru bicara tersebut.
Sumber: Telegraph India
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







