Trump Buka Opsi ‘Boots on the Ground’ di Iran, Analis Sebut Invasi Besar Tak Realistis

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuka kemungkinan pengerahan pasukan darat atau boots on the ground dalam perang AS-Israel melawan Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah operasi militer gabungan yang dinamai “Operation Epic Fury”, namun analis militer menilai invasi darat skala besar ke wilayah Iran kecil kemungkinannya terjadi.
“Seperti setiap presiden bilang, ‘tidak akan ada boots on the ground’. Saya tidak mengatakan itu,” ujar Trump dalam wawancara dengan The New York Post, Senin waktu setempat. Meski demikian, ia menambahkan bahwa pengerahan pasukan darat kemungkinan “tidak diperlukan”, kecuali jika situasi menuntut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyatakan belum ada pasukan AS yang masuk ke wilayah Iran. “Anda tidak harus mengerahkan 200.000 personel ke sana dan tinggal selama 20 tahun,” kata Hegseth dalam pengarahan di Pentagon, seraya menegaskan opsi tersebut tetap terbuka.
Analis militer dan strategis Kolonel Nidal Abu Zeid mengatakan pernyataan Trump dan Hegseth lebih mengarah pada operasi terbatas, bukan invasi konvensional. Ia menjelaskan bahwa yang mungkin dilakukan adalah operasi selektif oleh pasukan khusus untuk misi sabotase atau pengumpulan intelijen, kemudian ditarik dengan cepat.
“Invasi tradisional dengan tank dan infanteri dalam jumlah besar tidak realistis,” kata Abu Zeid. Ia menilai kondisi geografis Iran yang bergunung-gunung, kepadatan penduduk, serta kompleksitas geopolitik memberi keuntungan defensif bagi Teheran.
Trump menyebut keputusan melancarkan serangan diambil setelah pembicaraan terakhir di Jenewa gagal. Ia mengklaim intelijen menemukan Iran memindahkan program pengayaan nuklirnya ke lokasi lain. “Kami menemukan mereka bekerja di area yang benar-benar berbeda untuk membuat senjata nuklir melalui pengayaan. Jadi sudah waktunya,” kata Trump.
Ia juga menyatakan operasi militer berjalan “jauh lebih cepat dari jadwal”. Target awal yang diperkirakan memakan waktu empat pekan, menurutnya, berhasil dicapai dalam satu hari dengan tewasnya puluhan pejabat tinggi Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 7Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








