Petenis Nomor 1 Australia Alex de Minaur Terjebak Gelombang Kekerasan di Meksiko

AKURAT.CO Petenis nomor satu Australia, Alex de Minaur, termasuk di antara warga asing yang berada di Meksiko saat gelombang kekerasan melanda sejumlah wilayah negara itu menyusul tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera alias El Mencho dalam operasi militer.
De Minaur bersama tunangannya, petenis Inggris Katie Boulter, berada di Meksiko untuk mengikuti turnamen tenis di Acapulco. Ia dijadwalkan menghadapi Patrick Kypson pada laga Selasa waktu setempat.
Namun situasi keamanan yang memburuk memicu seruan agar para pemain segera dievakuasi hingga kondisi stabil.
Penyiar tenis Brett Haber mengingatkan agar para atlet segera meninggalkan wilayah terdampak. “Baru saja meninggalkan Meksiko. Aktivitas polisi di bandara sangat luar biasa,” tulisnya di media sosial.
Ia juga mendesak otoritas tur untuk mengambil langkah cepat. “Saran sopan untuk ATP dan WTA — serta Larry Ellison: kirim satu pesawat ke Acapulco dan satu ke Merida dan keluarkan semua orang dari sana. Tempatkan mereka seminggu lebih awal di Indian Wells untuk berlatih dan tetap aman. Ini bukan latihan.”
Operasi Militer Picu Kekacauan
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan baku tembak di negara bagian Jalisco menyebabkan Oseguera terluka parah. Ia meninggal saat diterbangkan ke Mexico City pada Minggu (waktu setempat).
Operasi tersebut disebut dipimpin oleh kementerian pertahanan. “Operasi penangkapannya dipimpin oleh kementerian pertahanan, dan dia akhirnya tewas,” ujar seorang sumber pemerintah yang mengetahui operasi tersebut kepada Reuters.
Kematian bos kartel itu memicu gelombang kekerasan. Sejumlah kendaraan dibakar dan kelompok bersenjata memblokade jalan raya di lebih dari enam negara bagian, terutama di wilayah utara dan barat Meksiko.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil-mobil terbakar dengan asap hitam membumbung tinggi di sejumlah ruas jalan di Jalisco. Media lokal juga melaporkan blokade bersenjata di berbagai wilayah.
Operasi terhadap Oseguera dilakukan di tengah tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk memperketat pemberantasan kartel narkoba. Washington sebelumnya bahkan melontarkan ancaman intervensi langsung jika Meksiko tidak meningkatkan penindakan.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyebut tewasnya Oseguera sebagai “perkembangan besar” bagi AS, Meksiko, dan kawasan Amerika Latin.
Dikhawatirkan Picu Kekerasan Lanjutan
Kematian El Mencho dinilai sebagai kemenangan besar dalam perang Meksiko melawan kartel narkoba yang selama ini menyelundupkan miliaran dolar kokain dan fentanyl ke AS. Namun para analis memperingatkan potensi kekerasan susulan.
“Akan terjadi tingkat kekerasan yang sangat besar,” ujar pakar kejahatan terorganisasi internasional Vanda Felbab-Brown.
Ia membandingkan Oseguera dengan tokoh besar kartel lain yang sebelumnya ditangkap atau dilumpuhkan, seperti Joaquin “El Chapo” Guzman dan Ismael “El Mayo” Zambada dari Kartel Sinaloa. “Selain pimpinan Kartel Sinaloa, El Mencho adalah target terbesar selama bertahun-tahun,” katanya.
Australia dan AS Keluarkan Peringatan
Pemerintah Australia melalui laman Smartraveller memperbarui imbauan perjalanan. Otoritas memperingatkan adanya “insiden keamanan serius” di negara bagian Jalisco, termasuk di Guadalajara dan Puerto Vallarta, setelah operasi penegakan hukum federal terhadap kejahatan terorganisir.
“Otoritas di Puerto Vallarta telah mengeluarkan imbauan publik agar warga berlindung di tempat. Mungkin terjadi gangguan transportasi, termasuk penerbangan. Tetap waspada dan ikuti arahan otoritas setempat,” demikian pernyataan tersebut.
Pemerintah Amerika Serikat juga mengingatkan warganya di Meksiko untuk “berlindung di tempat” hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Situasi keamanan yang belum stabil membuat kekhawatiran meningkat, termasuk bagi para atlet internasional yang tengah berada di negara tersebut untuk mengikuti agenda olahraga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









