Akurat

Presiden Bulgaria Rumen Radev Mundur, Isyaratkan Bentuk Partai dan Maju Pemilu Dini

Kumoro Damarjati | 20 Januari 2026, 09:45 WIB
Presiden Bulgaria Rumen Radev Mundur, Isyaratkan Bentuk Partai dan Maju Pemilu Dini

AKURAT.CO Presiden Bulgaria Rumen Radev menyatakan akan mengundurkan diri pada 20 Januari. Langka ini langsung memicu spekulasi bahwa ia tengah bersiap membentuk partai politik baru dan maju dalam pemilu parlemen dini Bulgaria. Pemilu tersebut diperkirakan digelar menyusul mundurnya pemerintah Bulgaria bulan lalu.

Dalam pidato khusus yang disiarkan televisi nasional pada 19 Januari, Radev melontarkan kritik tajam terhadap kondisi politik di Bulgaria. Ia menuding adanya model pemerintahan yang rusak dan dominasi oligarki yang, menurutnya, menjadi penyebab utama hilangnya kepercayaan publik.

“Warga Bulgaria sudah berhenti memilih. Mereka tidak lagi percaya pada media dan sistem peradilan,” kata Radev.

Krisis Politik Bulgaria Berkepanjangan

Runtuhnya koalisi pemerintahan terbaru membuat Bulgaria kembali berada di ambang pemilu parlemen untuk kedelapan kalinya dalam empat tahun terakhir. Situasi ini menegaskan krisis politik Bulgaria yang belum menemukan titik akhir.

Radev menilai kelas politik saat ini telah mengkhianati harapan rakyat. Ia menyebut dua pertiga warga Bulgaria tidak lagi menggunakan hak pilih, sebuah kondisi yang menurutnya berbahaya bagi kelangsungan demokrasi.

“Demokrasi tidak akan bertahan jika terus diserahkan kepada tokoh-tokoh korup, oportunis, dan ekstremis. Bulgaria membutuhkan kontrak sosial baru,” ujarnya.

Isyarat Bentuk Partai Politik Baru

Meski tidak secara terbuka mengumumkan rencana terjun ke politik praktis, Radev dalam beberapa bulan terakhir memberi sinyal kuat akan meluncurkan gerakan politik baru. Ia menyebut desakan tersebut datang langsung dari masyarakat.

Bulgaria sendiri diguncang gelombang demonstrasi besar pada akhir tahun lalu. Aksi protes awalnya dipicu kemarahan publik terhadap rancangan anggaran negara tahun 2026, namun kemudian berkembang menjadi unjuk rasa luas menentang salah kelola ekonomi dan kegagalan pemerintah memberantas korupsi.

Situasi memuncak dengan pengunduran diri pemerintah pada 11 Desember, hanya beberapa hari sebelum parlemen menggelar pemungutan suara mosi tidak percaya.

Sikap Politik Radev dan Transisi Kekuasaan

Selama menjabat presiden, Radev dikenal sebagai pengkritik keras praktik korupsi yang mengakar di Bulgaria serta kerap menyuarakan pandangan konservatif. Sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022, sikap politiknya juga dinilai relatif bersimpati pada Moskow, serta sejalan dengan sejumlah tokoh konservatif di Eropa.

Usai pengunduran dirinya dari jabatan presiden yang bersifat seremonial, Wakil Presiden Iliana Yotova diperkirakan akan menjabat sebagai kepala negara sementara Bulgaria hingga masa jabatan presiden berakhir akhir tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.