Trump Ancam Kuba: Buat Kesepakatan Sebelum Terlambat!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Kuba harus segera mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat atau bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah berkurangnya akses Kuba terhadap pasokan minyak dari Venezuela, Minggu (11/1).
Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat kini akan melindungi Venezuela dan tidak lagi membiarkan aliran minyak maupun dana mengalir ke Kuba.
“Venezuela sekarang memiliki Amerika Serikat, militer paling kuat di dunia (jauh lebih kuat dari siapa pun), untuk melindungi mereka, dan kami akan melindungi mereka. TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG MENGALIR KE KUBA – NOL! Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT,” tulis Trump.
Pernyataan keras tersebut menyusul komentar Trump sebelumnya pada 4 Januari lalu. Saat itu, Trump menyebut pemerintah Kuba berpotensi runtuh tanpa adanya intervensi langsung dari Amerika Serikat, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika.
Trump juga membagikan ulang unggahan seorang pengguna Truth Social yang menyarankan agar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang merupakan keturunan Kuba-Amerika, menjadi presiden Kuba. Menanggapi unggahan tersebut, Trump menulis singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Marco Rubio sendiri dikenal vokal dalam mengkritik kondisi politik dan ekonomi Kuba, terutama setelah perubahan besar yang terjadi di Venezuela. Ia menyatakan bahwa Havana kini berada dalam “masalah serius” dan para pemimpinnya memiliki alasan kuat untuk merasa khawatir.
Sementara itu, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel memberikan respons tegas terhadap pernyataan Trump. Melalui unggahan di platform X pada Minggu, Díaz-Canel menegaskan bahwa Kuba adalah negara yang merdeka dan berdaulat.
“Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada siapa pun yang mendikte apa yang kami lakukan. Kuba tidak menyerang siapa pun; justru Kuba telah diserang oleh Amerika Serikat selama 66 tahun, dan Kuba tidak mengancam, tetapi bersiap mempertahankan tanah air hingga tetes darah terakhir,” tulis Díaz-Canel.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat pada Jumat lalu kembali menyita sebuah kapal tanker minyak di Laut Karibia bernama Olina. Penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya Washington untuk mengendalikan distribusi minyak Venezuela yang ditujukan ke sejumlah negara di kawasan, termasuk Kuba.
Komando Selatan Amerika Serikat (U.S. Southern Command) menyatakan bahwa pihaknya tetap teguh menjalankan misi tersebut.
“Kami tidak akan goyah dalam misi untuk melindungi tanah air dengan menghentikan aktivitas ilegal dan memulihkan keamanan di Belahan Barat,” tulis U.S. Southern Command melalui akun X.
Langkah-langkah ini mempertegas eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Kuba, yang berpotensi memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut di tengah berkurangnya pasokan energi dari Venezuela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







