Pengadilan Thailand Putuskan Ekstradisi Raja Judi Online China She Zhijiang ke Beijing

AKURAT.CO Pengadilan banding Thailand memutuskan untuk menegakkan perintah ekstradisi terhadap She Zhijiang, warga negara China yang dikenal sebagai raja judi online internasional, setelah lebih dari tiga tahun proses hukum berlangsung.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin (10/11/2025) melalui pernyataan resmi dari kantor kejaksaan Thailand.
Kasus She Zhijiang: Dari Penangkapan hingga Putusan Banding
She Zhijiang, 43 tahun, adalah warga negara China yang juga memiliki paspor Kamboja. Ia ditangkap oleh polisi Thailand pada Agustus 2022 berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol yang diminta oleh pemerintah China.
Beijing menuduh She menjalankan operasi perjudian online ilegal berskala besar.
Pada Mei 2024, pengadilan pidana Thailand memutuskan bahwa She dapat diekstradisi ke China. Namun, tim kuasa hukumnya mengajukan banding dengan alasan keputusan tersebut melanggar hukum nasional.
Bulan lalu, Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan bahwa perintah ekstradisi tersebut sah secara hukum, membuka jalan bagi proses pemulangan She ke China untuk diadili.
Didakwa Kelola 239 Situs Judi dan Kasino di Myanmar
Dalam pernyataannya, jaksa Thailand mengatakan bahwa She akan diekstradisi untuk menghadapi persidangan di China atas tuduhan mengoperasikan kasino ilegal.
Ia diduga mendirikan dan mengelola 239 situs perjudian online dengan modal berputar lebih dari 12,6 triliun baht (sekitar Rp5,5 kuadriliun).
Selain itu, She juga dituduh membangun dua kasino besar di Shwe Kokko, Myanmar, di mana ia disebut menarik warga China untuk berjudi secara daring melalui berbagai platform digital.
Klaim Bermotif Politik
She Zhijiang membantah seluruh tuduhan tersebut. Melalui pengacaranya, Sanya Eadjongdee, ia menyebut kasus ini bermotif politik dan terkait dugaan pelanggaran yang disebut terjadi sejak tahun 2011.
Menurut Sanya, putusan Pengadilan Banding dikeluarkan pada 6 November dan telah disampaikan kepada She dan tim kuasa hukumnya pada Senin. Saat ini She masih ditahan di Penjara Remand Bangkok.
Pemerintah Thailand memiliki waktu 90 hari untuk menyiapkan proses ekstradisi ke China, kata Sanya.
Jaringan Perjudian dan Investigasi Internasional
Pada saat penangkapannya, She diketahui memimpin kerajaan bisnis perjudian bernilai miliaran dolar yang berpusat di kawasan Shwe Kokko, proyek kasino dan pariwisata di perbatasan Thailand–Myanmar.
Pada September lalu, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap sembilan perusahaan dan individu yang terafiliasi dengan proyek Shwe Kokko, karena diduga terlibat dalam jaringan penipuan daring dan perdagangan manusia di Asia Tenggara.
Kawasan perbatasan antara Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja kini menjadi pusat aktivitas penipuan online dan perjudian ilegal. PBB melaporkan miliaran dolar dihasilkan dari praktik perdagangan manusia, di mana ratusan ribu orang dipaksa bekerja di kompleks judi dan penipuan daring sejak pandemi COVID-19.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







