Presiden Israel Hapus Catatan Kriminal Prajurit Penembak Warga Palestina yang Terluka hingga Tewas

AKURAT.CO Presiden Israel Isaac Herzog menghapus sisa masa pencatatan kriminal mantan tentara Israel Elor Azaria, yang sebelumnya divonis bersalah karena menembak hingga tewas seorang warga Palestina yang terluka di Hebron, Tepi Barat, pada 2016.
Keputusan Herzog diumumkan pada Sabtu, 19 September 2026, setelah mempertimbangkan permohonan yang diajukan Azaria serta rekomendasi Menteri Pertahanan Israel Israel Katz. Keputusan tersebut secara efektif menghapus catatan kriminal Azaria lebih awal dari jadwal semestinya.
Kantor Presiden Israel menyebut keputusan itu mempertimbangkan waktu yang telah berlalu sejak insiden, hukuman yang telah dijalani Azaria, serta perubahan kondisi pribadi dan keluarganya. Herzog juga menyatakan keputusan tersebut dimaksudkan untuk memberinya kesempatan “membuka lembaran baru” dalam kehidupannya.
Namun, keputusan tersebut diambil meski terdapat keberatan dari jajaran militer Israel. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, sebelumnya menyampaikan bahwa Azaria tidak menunjukkan penyesalan dan tanggung jawab atas tindakannya, menurut laporan media Israel.
Kasus Elor Azaria di Hebron
Kasus Elor Azaria bermula pada 24 Maret 2016 di Hebron, Tepi Barat yang diduduki Israel. Saat itu, Azaria yang bertugas sebagai tenaga medis tempur menembak Abdel Fattah al-Sharif, seorang warga Palestina yang sebelumnya menyerang seorang tentara Israel.
Al-Sharif telah ditembak dan tergeletak dalam kondisi terluka di jalan ketika Azaria menembaknya. Rekaman video dari lokasi kejadian kemudian menjadi bukti penting dalam kasus tersebut dan memicu kontroversi luas di Israel maupun di luar negeri.
Pengadilan militer Israel pada Januari 2017 menyatakan Azaria bersalah atas pembunuhan tidak disengaja (manslaughter) dan menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara. Hukuman itu kemudian dikurangi menjadi 14 bulan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Israel saat itu, Gadi Eisenkot.
Azaria akhirnya dibebaskan pada Mei 2018 setelah menjalani sekitar sembilan bulan hukuman.
Catatan Kriminal Azaria Dihapus Lebih Cepat
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya mengajukan permohonan kepada Herzog agar catatan kriminal Azaria dihapus lebih awal. Katz menyebut lebih dari satu dekade telah berlalu sejak insiden tersebut dan Azaria telah menyelesaikan masa hukumannya.
Kantor Herzog mengatakan keputusan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatalkan ataupun mempertanyakan proses hukum yang sebelumnya telah berlangsung. Penghapusan catatan kriminal merupakan keputusan pengampunan dan tidak mengubah putusan pengadilan militer terhadap Azaria.
Menurut laporan The Times of Israel, catatan kriminal Azaria seharusnya baru terhapus secara otomatis pada 2032 jika tidak ada keputusan khusus untuk mempercepat proses tersebut. Keputusan Herzog membuat penghapusan itu berlaku lebih awal.
Kasus Azaria Pernah Memicu Perdebatan di Israel
Kasus penembakan di Hebron tersebut sebelumnya memicu perdebatan tajam di Israel. Sejumlah pejabat militer senior mendukung proses hukum terhadap Azaria, sementara sejumlah politisi dan tokoh publik menyerukan agar dia mendapatkan pengampunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia







