Akurat

Tujuh Kerangka Tentara Romawi Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Kota Kuno Kroasia

Kumoro Damarjati | 18 Oktober 2025, 20:34 WIB
Tujuh Kerangka Tentara Romawi Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Kota Kuno Kroasia

 

AKURAT.CO Tujuh kerangka manusia yang terawetkan sempurna ditemukan di kota kuno Mursa, Kroasia. Para ilmuwan mengidentifikasi sisa-sisa tersebut sebagai tentara Romawi yang hidup sekitar 1.700 tahun lalu.

Penemuan ini terungkap dalam penelitian terbaru sejumlah lembaga arkeologi Eropa. Kerangka-kerangka itu pertama kali ditemukan pada 2011 di lokasi bekas kota Romawi Mursa — kini wilayah Kroasia modern — di dalam sumur air yang telah dialihfungsikan menjadi kuburan massal.

Menurut laporan penelitian, ketujuh kerangka merupakan pria dewasa dengan postur di atas rata-rata. Empat di antaranya berusia 18–25 tahun, sedangkan tiga lainnya berusia 36–50 tahun. Seluruhnya menunjukkan fisik kuat, namun memperlihatkan tanda stres masa kecil seperti keausan gigi.

Posisi dan kedalaman penguburan berbeda, namun para ahli meyakini mereka dikubur pada waktu yang sama, kemungkinan besar setelah pertempuran. Beberapa kerangka menunjukkan luka akibat benda tumpul dan senjata tajam, termasuk tusukan di dada yang diduga berasal dari panah atau tombak.

Para peneliti memperkirakan para pria ini merupakan prajurit yang gugur dalam perebutan kota Mursa sekitar tahun 260 Masehi, atau dalam konflik kecil setelahnya, di masa yang dikenal sebagai “Krisis Abad Ketiga” — periode ketika Kekaisaran Romawi dilanda perang saudara, invasi, dan krisis ekonomi.

Analisis isotop stabil karbon dan nitrogen menunjukkan pola makan mereka didominasi gandum, millet, serta sayuran, dengan sedikit konsumsi daging. Hasil tes DNA dari empat kerangka mengindikasikan bahwa mereka bukan penduduk lokal. Salah satu kemungkinan berasal dari Eropa utara atau timur, sementara lainnya mungkin berasal dari wilayah Bizantium.

Kota Mursa sendiri telah lama menjadi fokus penelitian arkeologi. Selama beberapa dekade, para ahli menemukan berbagai peninggalan seperti sumur air, lubang, dan sisa bangunan kuno. Namun, kota itu akhirnya hancur dan ditinggalkan setelah serangan pada tahun 441 Masehi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.