Serangan Paramiliter Sudan di Masjid Tewaskan 13 Orang di El-Fasher

AKURAT.CO Serangan artileri yang dilakukan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan menewaskan sedikitnya 13 orang di sebuah masjid di kota El-Fasher, Darfur Utara. Masjid tersebut diketahui menjadi tempat berlindung bagi puluhan keluarga pengungsi dari konflik yang berkepanjangan.
Menurut dua saksi mata yang dikutip AFP, Kamis (9/10/2025), serangan datang dari arah utara kota—wilayah yang kini dikuasai RSF setelah mereka menyerbu kamp pengungsian Abu Shouk dan membangun posisi di sekitar El-Fasher.
“Setelah penembakan sore hari, kami menemukan 13 jenazah di bawah reruntuhan masjid dan segera menguburkannya,” kata seorang warga setempat.
Seorang penyintas menuturkan, “Ada sekitar 70 keluarga yang berlindung di dalam masjid setelah RSF memasuki rumah-rumah kami. Ketika peluru artileri menghantam, 13 orang tewas, 20 lainnya terluka, dan sebagian bangunan masjid hancur.”
Pertempuran Terparah Sejak 2023
Serangan terhadap El-Fasher disebut sebagai yang paling sengit sejak perang antara RSF dan tentara Sudan pecah pada April 2023. Kota ini merupakan satu-satunya wilayah besar di Darfur Utara yang masih dikuasai tentara pemerintah, meski wilayah pertahanannya kian menyusut.
RSF melancarkan serangan hampir setiap hari menggunakan artileri dan pesawat nirawak. Mereka juga menyerbu kamp pengungsian di sekitar kota, menewaskan ratusan orang, serta memeras warga sipil yang ingin melarikan diri.
Pada Selasa dan Rabu lalu, sedikitnya 20 orang tewas akibat serangan RSF di Rumah Sakit El-Fasher—salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang masih berfungsi. Bulan lalu, serangan pesawat nirawak di sebuah masjid juga menewaskan setidaknya 75 orang.
Krisis Kemanusiaan Terburuk di Dunia
Perang di Sudan telah memaksa jutaan warga mengungsi dan menyebabkan sekitar 25 juta orang menghadapi kelaparan akut. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut situasi ini sebagai krisis kelaparan dan pengungsian terbesar di dunia saat ini.
Jumlah pasti korban jiwa belum diketahui karena banyak korban luka tak dapat mengakses rumah sakit, sementara para penyintas terpaksa menguburkan jenazah di lokasi seadanya.
Pengepungan berkepanjangan RSF terhadap El-Fasher juga memicu kelaparan massal. Banyak keluarga yang bertahan hidup dengan pakan ternak, namun persediaannya semakin menipis dan harganya melonjak hingga ratusan dolar per karung.
Jika El-Fasher jatuh sepenuhnya ke tangan RSF, maka kelompok paramiliter itu akan menguasai seluruh wilayah Darfur. Sementara itu, tentara Sudan masih memegang kendali di bagian utara, tengah, dan timur negara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







