Badai Salju Terjang Tibet dan Qinghai, Satu Pendaki Gunung Everest Tewas dan Ratusan Dievakuasi

AKURAT.CO Sedikitnya satu pendaki dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terjebak setelah badai salju mendadak melanda wilayah Tibet dan Qinghai, Tiongkok, pada akhir pekan lalu. Otoritas setempat kini tengah melakukan operasi besar-besaran untuk mengevakuasi para pendaki dari lereng timur Gunung Everest.
Menurut laporan stasiun televisi pemerintah CCTV, seorang pendaki meninggal dunia akibat hipotermia dan penyakit ketinggian di kawasan Laohugou, Provinsi Qinghai, pada Minggu (5/10/2025). Insiden ini terjadi setelah badai salju hebat memutus akses jalan dan merobohkan tenda-tenda pendaki di kawasan pegunungan tersebut.
Sekitar 1.000 orang dilaporkan terjebak di Laohugou setelah badai mengguyur tiba-tiba. Hingga Senin pagi, 137 orang telah berhasil dievakuasi dengan kondisi stabil. Sementara itu, 350 pendaki di lereng timur Gunung Everest yang sebelumnya terdampar akibat cuaca ekstrem juga telah tiba dengan selamat di titik penyelamatan.
Pemerintah setempat menyebutkan bahwa mereka telah berhasil menghubungi lebih dari 200 orang lainnya yang masih berada di wilayah terdampak dan diyakini akan segera dipulangkan dengan aman.
Operasi Penyelamatan di Tengah Cuaca Ekstrem
Lebih dari 300 petugas penyelamat dikerahkan ke lokasi, dibantu dua drone untuk memantau kondisi lapangan dan mencari korban yang belum ditemukan. Namun, upaya penyelamatan menghadapi tantangan besar karena hujan salju masih terus turun dan suhu di kawasan pegunungan yang berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter itu sangat rendah.
“Situasi di lapangan sangat sulit karena visibilitas rendah dan medan terjal,” ujar perwakilan tim penyelamat yang dikutip media setempat.
Selain di Qinghai, badai salju juga melanda lereng timur Gunung Everest di wilayah Tibet, menyebabkan ratusan pendaki harus bertahan di base camp dengan kondisi cuaca ekstrem. Hingga Senin malam, evakuasi masih terus dilakukan dengan prioritas menyelamatkan pendaki yang berada di area paling berisiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








