Akurat

Pembunuhan Pengacara yang Mengguncang Haiti: Polisi Tangkap Seorang Pendeta Terkenal

Kumoro Damarjati | 30 September 2025, 09:51 WIB
Pembunuhan Pengacara yang  Mengguncang Haiti:  Polisi Tangkap Seorang Pendeta Terkenal

 

AKURAT.CO Pembunuhan pengacara Albert Joseph (56) mengguncang wilayah timur laut Haiti dan memicu kemarahan publik. Kasus yang bermula dari kecelakaan lalu lintas ini berkembang menjadi pertikaian pribadi dan dugaan konspirasi yang melibatkan tokoh penting lokal.

Kronologi Pembunuhan

Albert Joseph, anggota terhormat Asosiasi Pengacara Fort-Liberté, ditembak di kepala dan leher oleh dua pria bermotor saat duduk di dalam mobilnya di Rue Espagnole, depan kantor Haitian Union Bank, Ouanaminthe, pada 24 September. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit namun meninggal tak lama kemudian.

Selain pengacara, Albert juga dikenal sebagai pengusaha pertanian dan guru sekolah. Ia meninggalkan seorang istri dan tujuh anak. Tragedi ini terjadi hanya sebulan setelah kecelakaan di Jalan Nasional 6 yang menewaskan tiga pemuda dan memicu sengketa hukum dengan nilai kompensasi hingga 60 juta gourde (sekitar Rp7,4 miliar).

Dari Kecelakaan ke Perseteruan

Kecelakaan pada 21 Agustus melibatkan truk milik Pendeta Moïse Joseph, pemilik penggilingan padi terkenal dan pemimpin gereja Ouanaminthe, yang kebetulan tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban. Para pengacara keluarga korban menuntut ganti rugi, dan Albert mendukung langkah mereka meski bukan kuasa hukum resmi.

Pendeta Moïse menolak tuntutan itu dan menuding Albert mencari keuntungan. Perseteruan memanas ketika Moïse mengunggah video di media sosial pada 12 September, menyebut Albert bukan pengacara, mempublikasikan nomor teleponnya, dan meminta publik menekan Albert agar mundur. Albert membalas dengan menuntut permintaan maaf dalam 48 jam, yang tak pernah dipenuhi.

Penyelidikan dan Penangkapan

Sehari setelah Albert mengirim surat resmi ke Asosiasi Pengacara Fort-Liberté meminta klarifikasi statusnya, ia tewas ditembak. Polisi Haiti kemudian menangkap Pendeta Moïse dan Michelle Adrien—istri presiden asosiasi pengacara—pada 25 September. Keduanya diduga merencanakan pembunuhan. Penangkapan ini memicu perdebatan, karena suami Adrien, Gaston Etienne, bersikeras istrinya tidak bersalah.

Protes besar terjadi di Ouanaminthe. Warga mendirikan barikade dan membakar ban, menuntut keadilan serta mengakhiri praktik impunitas di Haiti. Polisi juga menahan dua tersangka tambahan, Ruth Raphael dan Johnny Bruno, yang diduga terlibat langsung dalam penembakan.

Dampak Sosial dan Politik

Kasus ini menyoroti ketegangan sosial, bisnis, dan politik di Haiti. Pendeta Moïse dikenal sebagai tokoh penting pembangunan kanal irigasi Ouanaminthe pada 2023, yang memicu kontroversi perbatasan Haiti–Republik Dominika. Sebagian warga menilai pembunuhan ini terkait upaya melemahkan bisnis beras milik Moïse, sementara lainnya yakin pendeta tidak mungkin melakukan kejahatan tersebut.

Para pemimpin masyarakat sipil mendesak penyelidikan transparan. “Semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Mackendy Josaphat, Ketua Komite Kanal Sungai Massacre.

Tuntutan Keadilan

Komisaris Polisi Ronald Eugene dan Komisaris Pemerintah Charles Édouard Durand memimpin investigasi, termasuk meneliti rekaman CCTV di lokasi kejadian. Di tengah duka dan ketegangan, masyarakat Haiti menuntut keadilan pembunuhan Albert Joseph sebagai ujian penting untuk supremasi hukum di negara yang kerap dilanda krisis impunitas.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa sengketa hukum yang tak terselesaikan dapat memicu kekerasan, sekaligus menegaskan pentingnya sistem peradilan yang tegas dan transparan di Haiti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.