Akurat

Qatar Kecam Keras Netanyahu Soal Hamas dan Serangan Israel di Doha

Kumoro Damarjati | 11 September 2025, 08:06 WIB
Qatar Kecam Keras Netanyahu Soal Hamas dan Serangan Israel di Doha

AKURAT.CO Pemerintah Qatar mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut keberadaan kantor politik Hamas di Doha sebagai alasan sah bagi Israel untuk melakukan serangan udara di ibu kota Qatar. Doha menilai pernyataan tersebut sebagai “upaya memalukan” untuk membenarkan pelanggaran kedaulatan negara lain.

Pernyataan Kontroversial Netanyahu

Komentar Netanyahu muncul setelah serangan udara Israel pada Selasa (9/9/2025) yang menargetkan para pemimpin Hamas di Doha. Dalam pidatonya, Netanyahu secara langsung menyinggung Qatar.

“Usir mereka (Hamas) atau adili mereka. Jika tidak, kami yang akan melakukannya,” kata Netanyahu, dikutip media internasional.

Ia bahkan membandingkan operasi Israel di Doha dengan aksi Amerika Serikat memburu Al-Qaeda setelah tragedi 11 September 2001.

Respons Tegas Qatar

Kementerian Luar Negeri Qatar menolak keras pernyataan tersebut. Doha menegaskan bahwa Netanyahu “sepenuhnya mengetahui” kantor Hamas di Doha beroperasi dalam kerangka mediasi internasional yang diakui secara resmi, atas permintaan Amerika Serikat dan Israel sendiri.

Kementerian itu menambahkan, kantor politik Hamas di Doha selama ini berperan penting dalam memfasilitasi gencatan senjata, pertukaran tawanan, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga sipil Palestina dan sandera Israel.

“Tidak ada mediasi internasional yang melibatkan Al-Qaeda. Perbandingan Netanyahu adalah upaya menyedihkan untuk membenarkan pelanggaran kedaulatan Qatar,” tegas pernyataan tersebut.

Narasi Netanyahu demi Kepentingan Politiknya 

Doha juga menuding Netanyahu menggunakan retorika ekstremis demi kepentingan politik di dalam negeri. Menurut Qatar, Netanyahu saat ini tengah menghadapi tekanan hukum internasional dan sanksi global, sehingga pernyataan kerasnya justru memperdalam isolasi Israel di panggung internasional.

“Solidaritas internasional terhadap Qatar menunjukkan bahwa ancaman sembrono terhadap negara berdaulat ditolak mentah-mentah oleh masyarakat dunia,” lanjut pernyataan itu.

Qatar Tegaskan Peran sebagai Mediator

Qatar berjanji akan tetap menjadi mitra internasional yang tepercaya dan netral dalam membangun keamanan serta stabilitas kawasan. Doha juga menegaskan komitmennya terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, sambil menyerukan dunia menolak retorika provokatif yang melemahkan upaya perdamaian.

Serangan Israel di Doha

Serangan udara Israel pada Selasa menewaskan sedikitnya lima anggota Hamas dan seorang perwira keamanan Qatar. Hamas menyebut sejumlah pemimpin mereka berhasil selamat dari serangan tersebut.

Qatar mengecam serangan itu sebagai “tindakan pengecut” sekaligus pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Sebagai salah satu mediator utama bersama AS dan Mesir, Qatar selama ini berperan penting dalam negosiasi gencatan senjata di Gaza. Perang Israel di Gaza sendiri telah menewaskan lebih dari 64.600 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.