Akurat

Jet Tempur Israel Gempur Suriah: Homs, Latakia, hingga Palmyra Jadi Sasaran

Kumoro Damarjati | 9 September 2025, 08:01 WIB
Jet Tempur Israel Gempur Suriah: Homs, Latakia, hingga Palmyra Jadi Sasaran

 

AKURAT.CO Serangan Israel di Suriah kembali terjadi pada Senin (8/9), ketika jet-jet tempur Tel Aviv melancarkan gempuran udara ke sejumlah wilayah. Media resmi Suriah menyebut aksi ini sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Menurut Kantor Berita Arab Suriah (SANA), serangan pertama menargetkan kawasan pinggiran Kota Homs di barat Suriah. Tak lama berselang, serangan lain dilaporkan menghantam Latakia, kota pesisir penting di Mediterania. Jet-jet Israel juga disebut menggempur area sekitar Palmyra, salah satu kota bersejarah di Suriah.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan dari serangan tersebut.

Israel Tingkatkan Agresi di Suriah

Meski pemerintahan baru Suriah yang berdiri sejak akhir 2024 tidak menimbulkan ancaman langsung, militer Israel terus meningkatkan agresinya. Serangan-serangan sebelumnya telah menewaskan warga sipil, menghancurkan gudang senjata, kendaraan tempur, hingga fasilitas militer.

Dalam tujuh bulan terakhir, Israel bahkan menduduki Gunung Hermon di Suriah, wilayah strategis di perbatasan. Pasukan Israel juga menguasai zona keamanan selebar 15 kilometer di sejumlah wilayah selatan, dengan kendali atas lebih dari 40 ribu warga Suriah yang tinggal di daerah penyangga.

Dataran Tinggi Golan Jadi Sumber Konflik

Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan sejak Perang 1967. Situasi kian memanas setelah krisis politik di Damaskus yang berujung pada tergulingnya Presiden Bashar al-Assad pada akhir 2024. Sejak itu, pengaruh Israel di wilayah Suriah terus meluas.

Serangan udara terbaru ini menambah panjang daftar aksi militer Israel di Suriah, sekaligus memperburuk ketegangan regional yang sudah rapuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.