Malu Dilihat Lemah oleh Dunia, Israel Blokir Media-media Besar di Tengah Balasan Iran

AKURAT.CO Ketika rentetan rudal dan drone Iran menghujani langit Tel Aviv dan Haifa pada Senin malam (16/6/2025), pemerintah Israel secara serempak memutus siaran langsung berbagai media internasional, termasuk CNN.
Aksi ini dilakukan saat Iran melancarkan fase kesembilan dari Operasi True Promise III, sebuah operasi militer yang diklaim sebagai balasan atas agresi Israel sebelumnya.
Laporan dari Press TV menyebutkan bahwa “rezim Israel telah memberlakukan pemblokiran media besar-besaran untuk mencegah dunia menyaksikan operasi pembalasan Iran.”
Siaran udara langsung yang sebelumnya memperlihatkan kilatan ledakan dan aktivitas pesawat nirawak di atas wilayah pendudukan, mendadak dihentikan.
Bahkan platform digital seperti YouTube dan Instagram turut menghapus video-video live yang menampilkan serangan tersebut.
Baca Juga: Tak Mampu Menembus Kompleks Pengayaan Uranium Iran, Israel Kembali Minta Bantuan AS
Sensor ini tidak hanya menyasar media internasional. Sejumlah jurnalis lokal dan asing dikabarkan ditangkap karena merekam dampak serangan.
Militer Israel telah memberikan peringatan keras sebelumnya bahwa menyebarkan rekaman waktu dan lokasi serangan akan dianggap sebagai tindakan “membantu musuh selama masa perang.”
Langkah represif ini dinilai sebagai bentuk kepanikan sekaligus pengendalian narasi oleh pemerintah Israel. Analis militer menyebut tindakan sensor ini sebagai upaya menutup rapat rapuhnya sistem pertahanan Israel yang konon selama ini disebut sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.
Mereka menyatakan, “operasi presisi ini telah memberikan pukulan telak bagi citra rezim tersebut, mengungkap kelemahannya, dan menghancurkan mitos tentang keunggulan militernya.”
Serangan rudal yang terjadi sejak Jumat lalu itu telah memasuki sembilan fase. Pada Senin pagi, serangan Iran menargetkan pusat komando dan kontrol militer Israel. Sehari sebelumnya, fasilitas bahan bakar pesawat tempur dan jalur pasokan energi di wilayah Haifa turut diserang.
Baca Juga: Ternyata Ini Asal-muasal Kenapa Israel Serang Iran!
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bahwa kesuksesan operasi ini merupakan hasil dari “taktik canggih dan teknologi intelijen yang ditingkatkan,” yang dikembangkan atas “warisan dan pengorbanan para komandan yang gugur.”
Perang di wilayah ini kini tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ruang publik dan media.
Dengan memblokir liputan dan menutup akses terhadap informasi langsung, Israel tampaknya ingin menghindari kerusakan reputasi globalnya.
Namun, langkah ini justru menimbulkan pertanyaan lebih besar: apakah sensor yang diberlakukan hanyalah penutup dari kondisi sebenarnya yang jauh lebih genting atau memang karena malu enggan dilihat lemah oleh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









