Senator AS Desak Israel Buka Akses Bantuan Pangan ke Gaza: Anak-Anak Terancam Kelaparan

AKURAT.CO Senator Amerika Serikat, Chris Van Hollen melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Israel terkait pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya, Van Hollen menegaskan bahwa tindakan blokade yang dilakukan selama lebih dari dua bulan telah membuat jutaan warga sipil, termasuk anak-anak, menghadapi ancaman kelaparan akut.
“Bantuan makanan harus segera masuk ke Gaza. Tidak bisa ditunda lagi,” tegas senator asal Maryland tersebut lewat akun media sosial X, seperti dikutip pada Minggu (18/5/2025).
Ia merujuk pada data dari Program Pangan Dunia (WFP) yang memperingatkan risiko kelaparan besar-besaran di wilayah tersebut.
Van Hollen menyoroti bahwa puluhan truk bantuan telah terparkir di perbatasan selama berhari-hari, namun tidak diberi izin masuk oleh otoritas Israel.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk penghukuman kolektif terhadap lebih dari dua juta penduduk Gaza, yang sangat bergantung pada bantuan internasional.
Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Kongres Tidar: Anak Muda dan Perempuan Harus Jadi Pilar Masa Depan Bangsa
Menurutnya, sejumlah anak Palestina telah meninggal karena kelaparan, dan kondisi ini akan terus memburuk jika distribusi logistik tidak segera dibuka.
Lebih lanjut, ia mengkritik pemerintah Amerika Serikat karena tidak mengambil langkah tegas atas situasi tersebut, bahkan menyebut bahwa Washington ikut bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi.
Blokade total terhadap pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan telah diberlakukan oleh Israel sejak awal Maret 2025, seiring dengan berlanjutnya serangan militer ke Gaza pasca-gagalnya perundingan gencatan senjata.
Sejak konflik meletus pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Jalur Gaza dilaporkan telah melampaui 53 ribu orang—mayoritas perempuan dan anak-anak.
Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut terus memburuk di tengah akses bantuan yang masih tertutup rapat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










