52 Ribu Warga Suriah Pulang ke Negaranya Sejak Rezim Bashar Al-Assad Lengser

AKURAT.CO Kementerian Dalam Negeri Yordania mencatat, hingga Sabtu (11/1/2025), sebanyak 52.406 warga Suriah telah kembali ke negara mereka sejak lengsernya pemerintahan Bashar Al-Assad dari kekuasaan.
Kementerian Dalam Negeri menyebutkan, para pengungsi menyeberang dari Yordania menuju Suriah melalui pos perbatasan Jaber-Nassib, yang telah dibuka sejak 8 Desember 2024.
Pernyataan tersebut menambah total 11.315 pengungsi Suriah yang terdaftar di Yordania juga menyeberang perbatasan.
Baca Juga: Serangan Udara Israel di Suriah Menewaskan Anggota Senior Garda Revolusi Iran
Sementara yang akan kembali lainnya adalah warga Suriah yang bukan pengungsi, termasuk mereka yang datang dari luar Yordania untuk menyeberang ke Suriah.
Yordania, yang menampung 1,3 juta warga Suriah, merupakan salah satu negara yang paling terdampak akibat konflik di Suriah.
Hampir setengah dari populasi Suriah di Yordania terdaftar sebagai pengungsi, sementara sisanya memasuki negara tersebut sebelum dimulainya konflik pada 2011, melalui hubungan keluarga, pernikahan atau bisnis.
Baca Juga: Meluruskan Narasi Runtuhnya Rezim Bashar Al-Assad dalam Geopolitik Suriah
Dikutip dari Anadolu (Senin, 13/1/2025), Pos Perbatasan Al-Gomruk Al-Qadim, yang dikenal sebagai Ramtha di sisi Yordania, tidak beroperasi selama bertahun-tahun karena konflik Suriah.
Pos perbatasan lainnya adalah Nassib-Jaber.
Diketahui, Bashar Al-Assad yang memimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok antirezim menguasai Ibu Kota Damaskus pada 8 Desember 2024.
Baca Juga: Apa yang Terjadi di Suriah Dampak Konflik Politik Lama, Bukan Masalah Agama
Peristiwa itu sekaligus mengakhiri pemerintahan rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak tahun 1963.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








