Akurat

Israel Dikecam Setelah Menyerang Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dengan Fosfor Putih

Petrus C. Vianney | 24 Oktober 2024, 12:40 WIB
Israel Dikecam Setelah Menyerang Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon dengan Fosfor Putih

AKURAT.CO Lima belas penjaga perdamaian PBB mengalami luka-luka akibat serangan pasukan Israel yang menggunakan peluru fosfor putih di Lebanon.

Dalam beberapa minggu terakhir, laporan menunjukkan bahwa Israel telah menyerang pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setidaknya 12 kali, yang menyebabkan kerusakan pada pangkalan dan cedera pada petugas.

Salah satu insiden terjadi pada 13 Oktober, ketika tank Israel memasuki pangkalan UNIFIL. Meski tank tersebut mundur setelah protes penjaga perdamaian, pasukan Israel kemudian menembakkan peluru fosfor putih hanya 100 meter dari lokasi tersebut.

Akibatnya, 15 penjaga perdamaian mengalami iritasi kulit dan masalah pencernaan. Penggunaan fosfor putih di daerah berpenduduk adalah ilegal, karena senyawa ini dapat menyebabkan luka parah dan kerusakan jangka panjang.

Human Rights Watch juga mencatat bahwa Israel telah menggunakan senjata ini di Lebanon selatan beberapa kali tahun ini, dengan sedikitnya 173 orang terluka dalam insiden-insiden tersebut.

Baca Juga: Jokowi Kecam Penyerangan Israel ke Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

UNIFIL mengecam serangan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional. Penjaga perdamaian, yang dikerahkan setelah pendudukan Israel di Lebanon pada 1978, kini menjadi sasaran serangan yang berulang.

Kabarnya, Israel juga dikritik karena menghancurkan infrastruktur UNIFIL dan membatasi akses ke sumber daya vital seperti air bagi penjaga perdamaian.

Reaksi internasional terhadap agresi Israel semakin meningkat, dengan 40 negara mengutuk serangan tersebut. Namun, beberapa pejabat AS menganggap penggunaan fosfor putih sebagai tindakan yang sah dalam pertempuran.

Kritik terhadap Israel semakin tajam, dengan beberapa pihak menyatakan bahwa serangan ini jika disengaja, dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

"Israel berperilaku seperti negara nakal, menyerang fasilitas PBB dan melukai penjaga perdamaian," ujar Dylan Williams, Wakil Presiden Pusat Kebijakan Internasional untuk Urusan Pemerintah, dikutip dari Truthout.org, Rabu (23/10/2024).

Kecaman terhadap tindakan Israel semakin meningkat, dengan beberapa analis menilai bahwa serangan ini jika disengaja, dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.