Akurat Logo

Sosok Sanjay Roy, Tersangka Utama Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Tragis kepada Dokter Perempuan di India

Sulthony Hasanuddin | 19 Agustus 2024, 15:48 WIB
Sosok Sanjay Roy, Tersangka Utama Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Tragis kepada Dokter Perempuan di India

AKURAT.CO Biro Investigasi Pusat India (CBI) telah menangkap Sanjay Roy, tersangka utama dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter perempuan di Kolkata, India. Kasus ini telah memicu protes nasional yang menyebabkan gangguan signifikan pada layanan kesehatan di seluruh negeri. 

Sanjay Roy, yang diduga sebagai pelaku utama, akan menjalani serangkaian tes psikologi dan perilaku.

Untuk mendukung proses ini, sebuah tim analis dari Laboratorium Ilmu Forensik Pusat di Delhi telah tiba di Kolkata untuk melakukan tes-tes yang diperlukan kepada Sanjay Roy. 

Baca Juga: Kronologi Kasus Kematian Dokter Perempuan di India, Tewas Akibat Diperkosa Bergilir di Aula Rumah Sakit usai Bekerja 36 Jam

CBI juga telah memeriksa Dr. Sandip Ghosh, mantan kepala RG Kar Medical College and Hospital, tempat insiden tragis tersebut terjadi.

Ghosh diinterogasi oleh pihak berwenang pada hari Jumat (16/8/2024) dan menjalani pemeriksaan lanjutan hingga Sabtu dini hari. 

Korban bernama Moumita Debnath yang dikenal sebagai salah satu peserta program dokter spesialis yang berusia 31 tahun kini bertugas di R.G. Kar Medical College and Hospital, Kolkata, India. 

Korban diduga diperkosa dan dibunuh di dalam aula seminar di rumah sakit milik pemerintah tersebut setelah bekerja selama 36 jam. Mayatnya ditemukan pada 9 Agustus 2024.

Baca Juga: Viral Dokter Perempuan Tewas Mengenaskan di India, Ditemukan Berlumur Darah dengan Kematian Tidak Wajar

Pelakunya, Sanjay Roy, yang bekerja sebagai relawan sipil di rumah sakit tersebut, kini telah ditahan terkait kasus ini.

Orang tua korban telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Calcutta, meminta agar penyelidikan dilakukan di bawah pengawasan pengadilan. Beberapa gugatan hukum lainnya juga diajukan, mendesak CBI untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini.

Laporan awal otopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami pelecehan seksual sebelum dibunuh.

Korban mengalami pendarahan di beberapa bagian tubuhnya, termasuk mata, mulut, dan area pribadinya. Selain itu, terdapat luka-luka di kaki kiri, leher, tangan kanan, jari manis, dan bibirnya.

Baca Juga: KPK Bakal Panggil Tersangka Kasus Korupsi Akuisisi PT JN oleh ASDP

Tidak hanya itu, ditemukan juga 150 ml cairan semen di dalam tubuh korban yang membuka indikasi bahwa korban tewas akibat diperkosa.

Sanjay Roy, yang ditangkap oleh Kepolisian Kolkata, telah menjadi relawan sipil sejak tahun 2019. Polisi mengungkapkan bahwa terdakwa memiliki sejarah pernikahan yang rumit, dengan sedikitnya empat kali menikah, dan dikenal sebagai seseorang yang gemar berselingkuh.

Selain itu, Sanjay adalah seorang petinju terlatih dan memiliki hubungan dekat dengan beberapa perwira polisi senior. Sebelum ditangkap, ia ditempatkan di pos polisi di RG Kar Medical College and Hospital. 

Baca Juga: Profil Taruna Ikrar, Seorang Ahli Farmasi yang Baru Dilantik Jadi Kepala BPOM Sempat Kontroversial!

Kasus ini telah memicu aksi mogok massal oleh para dokter di seluruh India.

Pada Sabtu (17/8/2024), sejumlah rumah sakit dan klinik di berbagai wilayah India menolak menerima pasien kecuali untuk kasus-kasus darurat, sebagai bentuk protes atas kejadian brutal ini.

Diperkirakan lebih dari satu juta dokter di India ikut dalam aksi mogok kerja ini, menyebabkan lumpuhnya layanan kesehatan di salah satu negara dengan populasi terbanyak di dunia. Rumah sakit-rumah sakit di India harus mengerahkan staf dari fakultas kesehatan untuk menangani kasus-kasus darurat.

Baca Juga: Ungkapan Maarten Paes Usai Resmi Bisa Bela Timnas Indonesia: Sampai Bertemu Bulan September!

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.